Batang Pohon Kursus Pengembangan Lebar Presentasi

Published on
Scene 1 (0s)

Seminar Hasil Penelitian ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI JERUK PAMELO DI KABUPATEN PATI Anna Kourni Kova (H34170022) Dosen Pembimbing I: Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si Dosen Pembimbing II: Triana Gita Dewi, SE, M.Si, M.Sc

om;1750 400/202021

Scene 2 (19s)

BAB I PENDAHULUAN

Scene 3 (25s)

Latar Belakang

Produksi jeruk pamelo tersebar di seluruh wilayah Indonesia secara tidak merata . Tiga wilayah sentra produksi jeruk pamelo terbesar yaitu pulau Sulawesi, Jawa , dan Sumatera.

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

No Lokasi 2014 2015 2016 2017 2018 1 Sumatera 28.075 17.570 24.974,7 34.888,3 13.411,5 2 Jawa 40.996 40.230 40.056,5 37.011,2 40.626,4 3 Bali dan Nusa Tenggara 7.196 6580 5.127,8 6.928,1 5.412,2 4 Kalimantan 4.378 3630 4.129,3 5.831,6 5.343,3 5 Sulawesi 59.848 42.310 48.616,1 44.068,8 36.186,9 6 Maluku 622 1050 1.003,6 404,3 711,8 7 Papua 173 230 206,7 913,2 481,5

Tabel 2 Produksi jeruk pamelo menurut pulau di Indonesia tahun 2014-2018 (ton)

Scene 4 (1m 18s)

Latar Belakang

Produksi jeruk pamelo tersebar di seluruh wilayah Indonesia secara tidak merata . Tiga wilayah sentra produksi jeruk pamelo terbesar yaitu pulau Sulawesi, Jawa , dan Sumatera.

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

No Lokasi 2014 2015 2016 2017 2018 1 Sumatera 28.075 17.570 24.974,7 34.888,3 13.411,5 2 Jawa 40.996 40.230 40.056,5 37.011,2 40.626,4 3 Bali dan Nusa Tenggara 7.196 6580 5.127,8 6.928,1 5.412,2 4 Kalimantan 4.378 3630 4.129,3 5.831,6 5.343,3 5 Sulawesi 59.848 42.310 48.616,1 44.068,8 36.186,9 6 Maluku 622 1050 1.003,6 404,3 711,8 7 Papua 173 230 206,7 913,2 481,5

Tabel 2 Produksi jeruk pamelo menurut pulau di Indonesia tahun 2014-2018 (ton)

Scene 5 (2m 38s)

Latar Belakang

Tren perkembangan produksi jeruk pamelo di tiga provinsi sentra berbeda-beda

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

Tabel 3 Laju pertumbuhan produksi jeruk pamelo menurut daerah penyumbang produksi terbesar di Indonesia

No Lokasi 2014 2015 2016 2017 2018 Tren (% per tahun) 1 Sulawesi Selatan 56.799 39.380 44.463,4 42.057,5 33.313,3 -11 2 Jawa Timur 23.678 15.160 19.945,4 20.543,3 18.895,9 -2 3 Jawa Tengah 12.270 17.200 14.973,7 13.196,3 16.740,0 11

Scene 6 (3m 13s)

Latar Belakang

Daerah penghasil jeruk pamelo di Jawa Tengah tersebar di 32 kabupaten/kota dengan kemampuan produksi yang beragam. Kabupaten Pati merupakan sentra produksi jeruk pamelo terbesar dengan rata-rata produksi sebesar 8072,08 ton per tahun. Kemudian disusul oleh Kabupaten Kudus dengan rata-rata produksi 2395,38 ton per tahun dan Kabupaten Wonogiri dengan rata-rata produksi 1115,52 ton per tahun.

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

abstract

Tabel 4 Produksi jeruk pamelo menurut kabupaten di Jawa Tengah tahun 2014-2018 (ton)

Scene 7 (3m 45s)

Latar Belakang

Produksi jeruk pamelo di Kabupaten Pati memang tertinggi di provinsi Jawa Tengah. Namun demikian, produksi yang tinggi belum tentu mencerminkan pendapatan petani tinggi pula. Oleh karena itu, selain diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produksi jeruk pamelo, perlu juga dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pendapatan petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati.

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

Scene 8 (4m 6s)

Perumusan Masalah Tabel 5 memperlihatkan bahwa jumlah produksi ternyata masih dapat tumbuh positif walaupun mengalami penurunan luas lahan panen. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak hanya luas lahan panen yang menentukan produksi jeruk pamelo, melainkan ada faktor lain yang menyebabkan produksi masih tetap meningkat.

No Indikator Satuan 2014 2015 2016 2017 2018 1 Luas Panen Ha 174,86 222,53 176,48 148,02 186,49 2 Produksi Ton 4201 9.656,2 8.646,3 7.899,1 9.957,8 3 Produktivitas Ton/Ha 24,02 43,39 48,99 53,37 53,40

Tabel 5 Luas lahan , produksi , dan p roduktivitas jeruk pamelo di Kabupaten Pati tahun 2014 – 2018

Sumber : Badan Pusat Statistik dan Kementrian Pertanian Tahun 2019

Scene 9 (4m 46s)

Perumusan Masalah Oleh karena hal tersebut, diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi produksi jeruk pamelo di Kabupaten Pati dan bagaimanakah pendapatan petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Apakah produksi yang tinggi dapat mencerminkan pendapatan yang tinggi pula atau sebaliknya. Sehingga, pertanyaan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Bagaimanakah karakteristik petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati? 2. Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi produksi jeruk pamelo di Kabupaten Pati? 3. Bagaimana pendapatan petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati?

Scene 10 (5m 18s)

Tujuan Penelitian

Mendeskripsikan karakteristik petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi jeruk pamelo di Kabupaten Pati. Menganalisis pendapatan petani jeruk pamelo di Kabupaten Pati.

Scene 11 (5m 32s)

BAB IV Metode Penelitian

Scene 12 (5m 39s)

Lokasi : Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Waktu : bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 Lokasi dan Waktu Penelitian

Metode Non Probability Sampling (snowball sampling) Metode Penentuan Sampel

Data primer : turun lapang secara langsung ke petani dan PPL Data sekunder : jurnal ilmiah, buku, skripsi, data statistik dari pemerintah . Jenis dan Sumber Data

Data primer : Wawancara Data sekunder : mencari data melalui internet dari sumber terpercaya . Metode Pengumpulan Data

Scene 13 (6m 10s)

Analisis Deskriptif Digunakan untuk menjelaskan mengenai karakteristik petani dan keragaan usahatani yang dijalankan oleh petani jeruk pamelo yang dijadikan responden. Analisis Fungsi Produksi ln Y = ln b 0 + b 1 ln X 1 + b 2 ln X 2 + ..... + b n ln X n + aD + U Tahap-tahap melakukan analisis fungsi produksi: Identifikasi variabel independen dan variabel dependen Analisis regresi Pengujian hipotesis Analisis Usahatani Untuk menganalisis rata-rata pendapatan per pohon dari petani jeruk pamelo dan melihat kelayakannya dengan langkah: 1. Menghitung penerimaan total 2.Menghitung semua biaya meliputi biaya pupuk, pestisida, tenaga kerja, sewa pohon, dan penyusutan 3. Menghitung pendapatan bersih 4. Menghitung R/C ratio Metode Analisis Data

Scene 14 (6m 45s)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Scene 15 (6m 52s)

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Jeruk Pamelo 1. Pengujian Model

Dependent Variable: LOG(Y) Method: Least Squares Date: 02/26/21 Time: 16:02 Sample: 1 58 Included observations: 58 Variable LOG(XI) LOG(X2) LOG(X3) LOG(X4) LOG(X5) LOG(X6) R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood F -statistic Prob(F-statistic) Coefficient 3.188853 0_886251 -0.026885 0_000540 -0.013699 0.000557 0.169515 0.934843 0.927177 0.278218 3.947665 -4 _ 366194 121.9539 o_oooooo Std. Error 0.222332 0.039283 0.068114 0.009378 0.006431 0.006883 O. 102746 t-Statistic 14.34272 22.56071 -0.394711 0.057528 -2.130220 0.080941 I .649849 Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Prob_ 0.0000 0.0000 0.6947 0.9543 0.0380 0.9358 0.1051 5.970630 1 .030984 0.391938 0.640612 0.488801 1 .965084

Nilai F-Statistic Nilai R2 121,9539 0,934843

Tabel 6 Nilai F-Statistic dan R2

Scene 16 (7m 43s)

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Jeruk Pamelo 1. Pengujian Model

Dependent Variable: LOG(Y) Method: Least Squares Date: 02/26/21 Time: 16:02 Sample: 1 58 Included observations: 58 Variable LOG(XI) LOG(X2) LOG(X3) LOG(X4) LOG(X5) LOG(X6) R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood F -statistic Prob(F-statistic) Coefficient 3.188853 0_886251 -0.026885 0_000540 -0.013699 0.000557 0.169515 0.934843 0.927177 0.278218 3.947665 -4 _ 366194 121.9539 o_oooooo Std. Error 0.222332 0.039283 0.068114 0.009378 0.006431 0.006883 O. 102746 t-Statistic 14.34272 22.56071 -0.394711 0.057528 -2.130220 0.080941 I .649849 Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Prob. 0.0000 0.0000 0.6947 0.9543 0.0380 0.9358 0.1051 5.970630 1 .030984 0.391938 0.640612 0.488801 1 .965084

Nilai F-Statistic Nilai R2 121,9539 0,934843

Tabel 6 Nilai F-Statistic dan R2

Scene 17 (8m 21s)

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Jeruk Pamelo 1. Pengujian Parameter

Variabel Independen Koefisien Prob . C 3,1888 0,0000 Log X1 0,8862 *0,0000 Log X2 -0,0268 0,6947 Log X3 0,0005 0,9643 Log X4 -0,0136 **0,0380 Log X5 0,0005 0,9358 Log X6 0,1695 ***0,1051

*signifikan pada α=0,01; **signifikan pada α=0,05; ***signifikan pada α=0,1

Tabel 7 Ringkasan Nilai Koefisien dan Probabilitas Variabel

Scene 18 (9m 14s)

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Jeruk Pamelo 1. Pengujian Parameter

Variabel Independen Koefisien Prob . C 3,1888 0,0000 Log X1 0,8862 *0,0000 Log X2 -0,0268 0,6947 Log X3 0,0005 0,9643 Log X4 -0,0136 **0,0380 Log X5 0,0005 0,9358 Log X6 0,1695 ***0,1051

*signifikan pada α=0,01; **signifikan pada α=0,05; ***signifikan pada α=0,1

Tabel 7 Ringkasan Nilai Koefisien dan Probabilitas Variabel

Scene 19 (9m 21s)

Analisis Pendapatan Usahatani Jeruk Pamelo 1. Penerimaan

Tabel 8 Penerimaan usahatani jeruk pamelo per pohon dalam satu tahun

Uraian Besar Penerimaan (Rp/Pohon) Penerimaan Maksimum 850.000,00 Penerimaan Minimum 128.571,00 Penerimaan Rata-Rata 466.489,00

Scene 20 (10m 4s)

Analisis Pendapatan Usahatani Jeruk Pamelo 2. Biaya

Tabel 9 Rincian Biaya Usahtani Jeruk Pamelo per Pohon dalam Satu Tahun

Jenis Biaya Biaya Maksimum (Rp/Pohon) Biaya Minimum (Rp/Pohon) Biaya Rata-Rata (Rp/Pohon) Pupuk 185.880,00 4.600,00 74.432,00 Pestisida 121.200,00 0,00 14.868,00. TKLK 761.906,00 0,00 31.531,00 TKDK 526.765,00 0,00 87.466,00 Sewa Pohon (tunai) 700.000,00 0,00 93.678,00 Sewa Pohon (non tunai) 700.000,00 350.000,00 517.241,00 Penyusutan 96.661,00 729,00 20.931,00

Scene 21 (10m 44s)

Analisis Pendapatan Usahatani Jeruk Pamelo 3. Pendapatan

Tabel 10 Perhitungan pendapatan rata-rata petani jeruk pamelo dalam satu tahun

Uraian Nilai Rata-Rata (Rp/Pohon) Penerimaan 466.498,00 Biaya Tunai: -Pupuk -Pestisida -TKLK -Sewa Pohon 73.432,00 14.868,00 31.531,00 93.678,00 Total Biaya Tunai 213.509,00 Biaya Non Tunai -TKDK -Sewa Pohon -Penyusutan 87.466,00 517.241,00 20.931,00 Total Biaya Non Tunai 625.638,00 Total Biaya 839.147,00 Pendapatan terhadap Biaya Tunai 252.980,00 Pendapatan terhadap Total Biaya -372.658,00

Scene 22 (11m 48s)

Analisis Pendapatan Usahatani Jeruk Pamelo 4. Analisis R/C ratio

Tabel 11 Nilai R/C ratio

Jenis Biaya Nilai R/C Biaya Tunai 2,1904 Total Biaya 0,5562

Berdasarkan kriteria kelayakan, usahatani jeruk pamelo menguntungkan dan layak untuk dikembangkan secara finansial. (hanya memperhitungkan biaya tunai) Namun, usahatani jeruk pamelo tidak layak secara ekonomi (memperhitungkan keseluruhan biaya) karena tingginya biaya non tunai.

Scene 23 (12m 23s)

BAB VI PENUTUP

Scene 24 (12m 29s)

Simpulan 1. Faktor-faktor yang memengaruhi produksi jeruk pamelo meliputi jumlah pohon, pengalaman petani, penggunaan pupuk kandang, penggunaan pupuk urea. Penggunaan pupuk NPK, dan umur tanaman. Dari keenam faktor tersebut, faktor yang memiliki pengaruh nyata terhadap produksi jeruk pamelo adalah jumlah pohon, penggunaan pupuk urea dan umur tanaman. Sedangkan faktor lainnya tidak berpengaruh nyata terhadap produksi. 2. Analisis pendapatan usahtani menunjukkan usahatani yang dilakukan menguntungkan dan layak jika tidak memperhitungkan biaya non tunai. Besarnya biaya non tunai hampir 3 kali lipat dari biaya tunai. Salah satu penyebab tingginya biaya non tunai adalah biaya sewa pohon. Berdasarkan perhitungan dalam analisis pendapatan, rata-rata pendapatan petani untuk satu pohon jeruk pamelo adalah sebesar Rp 252.980,00 dalam satu tahun. Pendapatan tersebut jika hanya memperhitungkan biaya tunai. Namun, apabila memperhitungkan biaya non tunai, petani mengalami kerugian rata-rata sebesar Rp 372.658,00 per pohon dalam satu tahun. Kelayakan usahatani dapat dilihat berdasarkan nilai R/C ratio . Kesimpulannya, usahatani layak secara finansial namun tidak layak secara ekonomi.

Scene 25 (13m 40s)

Saran 1. Kegiatan penyuluhan dan pembinaan dari pemerintah kepada petani perlu untuk dilakukan secara rutin. Hal ini untuk memberikan pengetahuan kepada petani mengenai budidaya jeruk pamelo yang baik sehingga petani dapat melakukan usahatani terbaiknya dan memperoleh keuntungan. 2. Petani harus memperbaiki teknis dalam pemberian pupuk. Jangan sampai penggunaan pupuk berlebihan tetapi tidak berpengaruh terhadap produksi. Pemberian pupuk harus memperhatikan dosis dan umur tanaman karena dosis bisa berbeda-beda tergantung umur tanaman. Pengetahuan mengenai cara budidaya yang benar seharusnya diperoleh dari pemerintah yang melakukan penyuluhan secara langsung kepada petani. 3. Sistem sewa pohon per pohon ternyata merupakan komponen biaya tertinggi. Petani yang melakukan sewa pohon harus dengan pertimbangan mengenai biaya yang dikelurkan dan estimasi produksi. Apabila produksi rendah maka tidak bisa menutupi biaya yang telah dikeluarkan.

Scene 26 (14m 34s)

TERIMA KASIH