TUGAS SEMINAR PROPOSAL

Published on
Scene 2 (10s)

TUGAS SEMINAR PROPOSAL. Disusun oleh: QORI MUATIKAH (2001052).

Scene 3 (32s)

JUDUL PROPOSAL. PENINGKATAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA peserta didik KELAS III SD NEGERI PANGAWAREN 04.

Scene 4 (49s)

A. LATAR BELAKANG MASALAH. Mulyasa (2009: 5) menyebutkan bahwa pendidik memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Pendidik juga sangat menentukian keberhasilan seorang peserta didik, dalam kaitannya dalam proses belajar mengajar. Pendidik merupakan komponen paling menentukan, karena ditangan pendidik lah kurikulum, sumber belajar, sarana prasarana, dan iklim pembelajaran menjadi sesuatu yang berarti bagi kehidupan peserta didik. Tugas pendidik tidak hanya sebagai pemberi infiormasi kepada peserta didik, melainkan menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan dalam belajar kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka..

Scene 5 (2m 9s)

Menurut Ginting (2008: 42), metode pembelajaran dapat diartikan cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dansumber daya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran pada diri pembelajar. Teknik mengajar jigsaw dikembangkan oleh Aroson et al sebagai metode Cooperative Learning, Lie (2008: 69) mengemukakan bahwa metode jigsaw adalah suatu metode kooperatif yang memperhatikan skema atau latar belakang pemngalaman siswa dan membantu mengaktifkan skema tersebut agar bahan pelajaran lebih bermakna. Metode jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran aktif yang teridiri dari tim tim belajar aktif yang heterogen beranggotakan 4-5 orang. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik utnuk mengadakan penelitian yang berjudul “ Peningkatan Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Minat dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas III SD Negeri Pangawaren 04 ”.

Scene 6 (7m 9s)

B. IDENTIFIKASI MASALAH. Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: Hasil belajar yang diperoleh siswa kurang optimal Kurang optimalnya hasil belajar yang diperoleh siswa yang disebabkan oleh minat belajar Kurang efektifnya metode pembelajaran yang disampaikan guru terhadap mata pelajaran matematika..

Scene 7 (7m 50s)

C. BATASAN MASALAH. Berdasarkan Latar belakang dan identifikasi masalah yang penulis uraikan diatas, maka penelitian ini dibatasi pada masalah-masalah sebagai berikut: Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi perkalian dan pembagian Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran tipe jigsaw. Minat dan hasil belajar peserta didik yang diukur adalah melaui proses penilaian kognitif dan penilaian afektif peserta didik yang dinnyatakan pada sikap. Dengan kata lain, jika proses penilaian kognitif dan afektif peserta didik terhadap minat belajar adalah positif maka akan menghasilkan sikap yang positif dan dapat menimbulkan minat dan hasil belajar peserta didik. Subyek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas III. Tempat penelitian dilakukan di SD Negeri Pangawaren 04 kecamatan karangpucung kabupaten cilacap. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2021/2022..

Scene 8 (9m 27s)

D. RUMUSAN MASALAH. Berdasarkan pembatasan masalah yang penulis kemukakan diatas, maka rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: Apakah dengan penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Matematika materi perkalian dan pembagian? Bagaimana keefektifan model pembelajaran jigsaw terhadap minat dan hasil belajar perkalian dan pembagian pada peserta didik kelas III SD Negeri Pangawaren 04 ..

Scene 9 (10m 13s)

E. TUJUAN PENELITIAN. Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui apakah dengan penerapan model jigsaw dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Matematika pada materi perkalian dan pembagian. Untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran jigsaw terhadap minat dan hasil belajar peserta perkalian dan pembagian pada peserta didik kelas III SD Negeri Pangawaren 04..

Scene 10 (11m 8s)

F. MANFAAT PENELITIAN. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat, baik manfaat teoritis maupun praktis. Kedua manfaat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Manfaat teoritis Manfaat teoritis pada penelitian ini adalah diharapkan hasil dari penelitian ini mampu memberikan kontribusi dan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam pembelajaran di sekolah. Manfaat praktis Manfaat praktis adalah manfaat yang diperoleh secara praktik dari penelitian, yaitu manfaat penerapan pembelajaran tipe jigsaw dalam mata pelajaran matematika khususnya materi perkalian dan pembagian..

Scene 11 (12m 11s)

Bagi Peserta Didik Memudahkan pemahaman peserta didij mengenai materi pelajaran matematika khususnya materi perkalian dan pembagian sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. Meningkatnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika terutama materi perkalian dan pembagian Bagi Pendidik Menambah alternatif model pembelajaran dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi perkalian dan pembagian. Menambah informasi dan keterampilan pendidik sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Bagi Sekolah Manfaat bagi sekolah diharapkan dengan adanya penelitian ini mampu memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik di sekolah serta meningkatkan mutu sekolah ..

Scene 12 (13m 31s)

SEKIAN DAN TERIMAKASIH. Wassallamu’alaikum Wr. Wb ..