Pelajaran 2: KERAJAAN ALLAH

Published on
Scene 1 (0s)

Haleluya .... Dalam Nama Tuhan Yesus , kita memulakan pelajaran hari ini .

Scene 2 (20s)

Pelajaran 2: KERAJAAN ALLAH

BY : SSR

Scene 3 (41s)

SASARAN PELAJARAN

Memampukan murid-murid mengetahui tentang Kerajaan Allah Memampukan murid-murid menyadari penting memiliki Allah sebagai raja dari hidup kita

Scene 4 (1m 2s)

AYAT ALKITAB

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini dan ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Lukas 17:20-21)

Scene 5 (1m 23s)

LATAR BELAKANG ALKITAB

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” merupakan suatu pesan yang disampaikan Yohanes Pembaptis kepada orang banyak. Tidak lama kemudian, Tuhan Yesus pun memulai pelayanan-Nya dengan menyampaikan kata-kata yang sama . (Mat 3:2 ; 4:17,23) Dari keseluruhan kitab Matius, pesan Kerajaan Sorga disebut kira-kira 50 kali. Dalam Injil ini, Matius berusaha memberitahukan kepada orang banyak bahwa Kerajaan Sorga telah datang.

Scene 6 (1m 44s)

PEMAHAMAN ALKITAB

Bahagian 1- Kerajaan Allah

Karakteristik mengenai Kerajaan Allah

Penuh kuasa

Kristus adalah raja

B Berasal dari atas

Penuh keberanian, damai sejahtera dan sukacita

Scene 7 (2m 5s)

1 . KRISTUS ADALAH RAJA

Setiap Kerajaan memiliki seorang raja atau penguasa yang memerintah para rakyatnya. Di dalam kerajaan Sorga, Yesus Kristus adalah Raja dan Ia memerintah dengan hak dan kekuasaan yang mutlak. Kerajaan berlangsung berdasarkan prinsip dan nilai Allah.

Scene 8 (2m 26s)

2.BERASAL DARI ATAS

Ketika Tuhan dibawa ke hadapan Pontius Pilatus, Pilatus bertanya kepada-Nya, “ Engkau inikah raja orang Yahudi?” Tuhan menjawab, “Akulah Dia.” Tetapi Ia menjawab lebih lanjut, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini...” (Yoh 18:36) Tuhan Yesus adalah Raja, tetapi Ia bukanlah seorang raja seperti di dunia pada umumnya. Ia adalah Raja dari dunia rohani. Kerajaan-Nya bukan kerajaan politik dan militer , tetapi Kerajaan-Nya berasal dari atas .

Scene 9 (2m 47s)

Banyak orang salah mengira bahwa Kerajaan Sorga akan datang dengan kekuasaan dan dapat terlihat, Tetapi sesungguhnya, tidak terlihat dan tidak dapat diraba.(Luk 17:20) Dan kerana Kerajaan Sorga bukan dari dunia, maka dunia akan membencinya. (Yoh 15:18-19; 17:14)

Scene 10 (3m 8s)

3. PENUH KUASA

Kerajaan Allah ditandai oleh kuasa dari Roh Allah (Mat 12:28 ; 1 kor 4:20) Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit, mengusir setan dan menunjukkan banyak mujizat yang menyatakan bahwa Kerajaan Allah telah datang.

Scene 11 (3m 29s)

4. PENUH KEBENARAN, DAMAI SEJAHTERA DAN SUKACITA

Roma 14:17 memberitahukan bahwa Kerajaan Sorga bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Ketika mematuhi kehendak Allah, kita akan memperoleh berkat dan kekayaan hidup di dalam Yesus Kristus .

Scene 12 (3m 50s)

Dimanakah Kerajaan yang Amat Menyenangkan? 

1. Kerajaan Sorga suatu kerajaan yang telah dipersiapkan bagi orang-orang kudus sejak dunia diciptakan. *(Mat 25:34) 2. Gereja Gereja merupakan Kerajaan Allah dan Rumah Allah. *(Ef 2:19) 3. Di dalam hati kita Ketika kita menghormati Allah sebagai Raja di dalam hati kita dan mengakui kehendak Allah dengan mematuhi segala perintah-Nya. * ( Luk 17:20)

Scene 13 (4m 11s)

Bahagian 2 – Perkembangan Kerajaan Allah

Perumpamaan mengenai seorang penabur Perumpamaan mengenai gandum dan lalang Perumpamaan mengenai biji sesawi. Perumpamaan mengenai ragi . Perumpamaan mengenai harta terpendam . Perumpamaan mengenai mutiara yang berharga. Perumpamaan mengenai pukat

Di dalam Matius 13 , Tuhan Yesus membicarakan 7 Perumpamaan mengenai Perkembangan Kerajaan Allah ..

Scene 14 (4m 32s)

1. Perumpamaan mengenai seorang penabur

Kerajaan Allah seumpama seorang penabur yang menaburkan benih di 4 macam tanah berbeda yg menghasilkan 4 hasil berbeda. Penabur = Tuhan Yesus (mengabarkan kabar baik mengenai Kerajaan Sorga) Ketika pesan itu sampai ke hati tiap-tiap orang, mereka menerima dengan masing-masing tanggapan . (samada menerima kebenaran/ menghasilkan buah atau sebaliknya) Tuhan mengajar kita suatu kondisi hati seseorang yang menentukan, samada firman Tuhan akan berpengaruh kepadanya dan apakah dia memang layak dengan Kerajaan Allah.

Scene 15 (4m 53s)

2.Perumpamaan mengenai gandum dan lalang

Anak Manusia menaburkan benih yang baik di suatu ladang dengan turun ke dunia dan memberitakan pesan Kerajaan Sorga. Pada saat bersamaan sang musuh, si iblis bekerja dengan menaburkan benih lalang di antara benih gandum. Lalang mula tumbuh seiring dengan gandum. Selagi benih, lalang tampak sama seperti gandum. Tetapi ketika telah matang ternyata mereka dapat dibezakan antara satu dengan yang lain. Tuhan mengajarkan kita bahwa sekalipun banyak orang datang untuk menerima pesan Kerajaan Sorga dan meyakininya. Iblis akan menimbulkan rasa bimbang dan tidak percaya meningkat. Pada hari penghakiman, Tuhan akan memisahkan kebaikan daripada kejahatan untuk selama-lamanya.

Scene 16 (5m 14s)

3. Perumpamaan mengenai biji sesawi

Perumpamaan Tentang Biji Sesawi

Kerajaan Allah seumpama sebuah benih biji sesawi yang ditaburkan. Benih biji sesawi yang sangat kecil yang ditanam akan bertumbuh menjadi sebuah pohon yang sangat besar. Seperti benih biji sesawi, Kerajaan Allah juga pada mulanya muncul dengan jumlah yang sangat sedikit. Sekalipun Tuhan dan pesan-Nya diawali dengan permulaan yang sederhana, tetapi kabar baik tentang kebenaran terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia serta mempengaruhi kehidupan manusia. Sekalipun kebenaran berkembang, tetapi masih ada pekerjaan iblis hingga hari ini.

Scene 17 (5m 35s)

4. Perumpamaan mengenai ragi

Kerajaan Sorga seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung gandum 3 sukat sampai khamir (ragi) seluruhnya. Seorang perempuan = Gereja . Ragi = Kemunafikan , keburukan dan kejahatan , pengajaran yang sesat dan perbuatan yang menyimpang dari kebenaran. (Luk 12:1 ; Mat 16:6,11; 1 Kor 5:8; Gal 5:9) Dalam perjanjian lama, ragi tidak boleh digunakan dalam mempersembahkan korban apapun.(Im 2:11) Dalam perumpamaan ini, ragi justru dicampurkan ke dalam adonan . Ini menunjukkan pengajaran yang sesat, kejahatan dan kemunafikan telah mencemari gereja yang menyebabkan kebenaran menjadi tersesat dan menyimpang.

Scene 18 (5m 56s)

5. Perumpamaan mengenai harta terpendam

Kerajaan Sorga seumpama harta yang terpendam di suatu ladang, yang ditemukan orang lalu dipendamkan lagi. Pada masa itu,apabila seseorang menemukan harta yang terpendam, mereka harus memendamkannya di bawah tanah untuk mencegah agar tidak dicuri oleh perampok .(Ayb 3:21 ; Ams 2:4) Harta yang terpendam = Injil Tuhan Yesus (Flp 3:8; Ibr 11:26) Tanah menunjukkan Gereja Allah. Hanya di dalam gereja yang benar kasih karunia Tuhan akan ditemukan (1 Tim 3:15). Oleh sebab sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula , kita harus rela meninggalkan segala sesuatu demi Kerajaan Sorga.

Scene 19 (6m 17s)

6.Perumpamaan mengenai mutiara berharga

Kerajaan Sorga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah . Mutiara yang indah= Kabar baik dari Kerajaan Sorga. Nilai dari menerima Kebenaran , sesungguhnya melebihi dari memiliki segala sesuatu yang ada di dunia ini. Sila baca Filipi 3:8 ...

Scene 20 (6m 38s)

7. Perumpamaan mengenai pukat

Kerajaan Sorga seumpama pukat yang dilabuhkan di laut , lalu menggumpulkan berbagai jenis ikan. Ini menunjukkan Injil Kebenaran Sorga yang diberitakan ke seluruh dunia dan menarik banyak jiwa . Seperti banyak jenis ikan yang ditangkap , demikian pula, banyak manusia dari pelbagai bangsa akan menerima Injil Keselamatan. Ketika penuh, pukat itu diseret orang ke pantai dan suatu proses pemisahan pun berlangsung. Para malaikat akan menghakimi dengan memisahkan manusia berdasarkan perbuatan baik dan perbuatan jahat yang mereka lakukan.

Scene 21 (6m 59s)

Tuhan mengatakan bahwa banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Hanya orang yang benarlah yang akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia (2 Tim 2:21), yang menuju ke Kerajaan Sorga. Tetapi semua yang jahat dan yang tidak menjalankan perintah Allah akan ditolak dan dilemparkan ke lautan api yang menyala-yala.

Scene 22 (7m 20s)

Oleh kerana itu, pada hari-hari terakhir, Amanat agung dari Gereja Yesus Benar adalah menyebarkan firman Allah kepada semua manusia...

Scene 23 (7m 41s)

KESIMPULAN

Dalam pelajaran ini, kita telah mempelajari bahwa Kerajaan Allah merupakan suatu keadaan di mana Allah memerintah di hati kita. Ketika mengikuti kehendak Allah dan berjalan menurut Roh-Nya, bermakna kita membiarkan Allah menjadi Raja di hati kita. Pilihan yang kita buat dalam kehidupan seharian, menggambarkan siapa sesungguhnya diri kita. Apabila menghargai Allah sebagai Raja di hati, kita tentu akan mempertimbangkan pilihan-pilihan yang kita buat itu apakah mencerminkan prinsip-prinsip Alkitab atau membawa kemuliaan bagi nama Allah.