Manusia : Hati Dosen:Fuad Muh.Zaen,M.UD.

Published on
Scene 1 (0s)

Manusia : Hati Dosen:Fuad Muh.Zaen,M.UD .. Anggota Kelompok : Ali Hanafiah ( 202111346) Arsyad Mardhotillah (202111350 ) Siti Duwi Nurjanah ( 202111367).

Scene 2 (11s)

Yang pertama yaitu hati yang tentram ( QS Ar rad ayat28 ).

Scene 3 (26s)

Dalam Q . S . Al-Ra’d ayat 28 ini adalah bahwa dengan dhikrullāh hati akan menjadi tenang . Ulama ada juga yang memaknai dhirullāh ini sebagai Alquran yang diturunkan untuk menjadi pengingat bagi orang yang beriman . Oleh sebab itu, yang dimaksud dengan tentram atau tenangnya hati karena mengingat Allah adalah menyelami untaian makna Alquran, karena ia adalah sumber kebenaran . Oleh sebab itu, yang dimaksud dengan tentram atau tenangnya hati karena mengingat Allah adalah menyelami untaian makna Alquran, karena ia adalah sumber kebenaran ..

Scene 4 (49s)

Tafsir Ibnu Kathīr dijelaskan bahwa maksud dari QS. Al-Ra’d ayat 28 ini adalah hati akan menjadi tenang ketika langkah dibawa menuju sisi Allah; mengingat keagungan-Nya. Dengan begitu, ketenangan hati itu akan bersemi ketika merasa puas bahwa Allah adalah satu-satunya pelindung dan penolong..

Scene 5 (1m 5s)

Kemuadian Yang kedua yaitu hati yang bersih ( Asy-Syuara ayat 88-89).

Scene 6 (1m 29s)

Rasulullah SAW bersabda : “Setiap orang yang hatinya terpuji dan bicaranya benar”. Kemudian mereka berkata ‘Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?’ Rasulullah menjawab : “Dia lah orang yang bertakwa, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tidak ada pula dendam dan hasad.’ (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabarani) ..

Scene 7 (1m 49s)

Yang ketiga yaitu hati yang gelap dan jelek ( QS al-baqarah:74 ) ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُ ۗوَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ Artinya : Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai- sungai yang (airnya) memancar dari padanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. ” Dalam ayat ini diungkapkan watak orang-orang Yahudi. Sesudah mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar dan sudah pula memahami kebenaran, hati mereka keras membatu bahkan lebih keras lagi. Dari penafsiran tersebut dapat kpahami bahwa hati merupakan pokok paling penting dalam anggota badan . Maka dari itu baik buruknya anggota badan itu tergantung pada hati.

Scene 8 (2m 29s)

Hal ini sesui dengan apa yang telah disabdakan oleh Nabi Muhamad SAW ” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ. “ رواه البخاري ومسلم. “ Ketahuilah , sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging , jika segumpal daging itu baik , maka akan baik seluruh tubuh manusia , dan jika segumpal daging itu buruk , maka akan buruk seluruh tubuh manusia , ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia . ” (HR. Bukhari dan Muslim).