ASPEK PSIKOSOSIAL KESEHATAN REPRODUKSI

Published on
Scene 1 (0s)

ASPEK PSIKOSOSIAL KESEHATAN REPRODUKSI. Kekerasan dan pemerkosaan.

Scene 2 (7s)

Kelompok 2. Maria Margaret Mano ( Aktif ) Pendina Kogoya ( Aktif ) Abiana Asso ( Aktif ) Eni Imelda Yigibalom ( Aktif ) Omide Wenda ( Aktif ) Fredy Alya ( Aktif ) Yunice Maboro ( Tidak Aktif ) Fanny Kailele ( Aktif ) Rida Yikwa ( Aktif ).

Scene 3 (20s)

Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya kekerasan dan pemerkosaan.

Scene 4 (31s)

Latar Belakang. kekerasan merupakan salah satu tindakan yang sangat melanggar Hak Asasi Manusia. Hal ini dikarenakan tindak kekerasan tidak pernah mencerminkan norma-norma dan nilai-nilai yang mencerminkan Hak Asasi Manusia. Oleh karena pelaku tindak kekerasan harus segera diberi hukuman agar mendapatkan efek jera. Pemerkosaan adalah jenis serangan seksual yang biasanya melibatkan hubungan seksual atau bentuk penetrasi seksual lainnya yang dilakukan terhadap seseorang, yang bersifat nonkonsensual atau tanpa persetujuan seksual dari orang tersebut. Perbuatan tersebut dapat dilakukan dengan kekerasan fisik, pemaksaan, penyalahgunaan wewenang, atau terhadap orang yang tidak mampu memberikan persetujuan yang sah, seperti orang yang tidak sadarkan diri, lumpuh, tunagrahita, atau di bawah umur yang sah untuk menyetui ui . Sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual bahwa setiap orang yang melakukan kekerasan seksual di lakukan tindak pidana ..

Scene 5 (1m 7s)

Definisi kekerasan dan pemerkosaan.

Scene 6 (1m 13s)

Kekerasan. Dikutip dari buku M, Rahmat yang berjudul Ensiklopedia Konflik Sosial , dalam bahasa latin kekerasan ini sering disebut dengan violentia yang berarti kebengisan , keganasan , aniaya , dan kegarangan . Kekerasan juga bisa dikatakan sebagai perilaku yang disengaja atau tidak disengaja dengan tujuan untuk melukai orang lain. Kekerasan juga merupakan sebuah tindakan yang memang sengaja dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan menindas yang lemah agar terus mendapatkan penderitaan . Kekerasan ini bisa dalam bentuk fisik atau bisa juga dalam bentuk psikis . Sedangkan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyatakan bahwa kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain..

Scene 7 (1m 42s)

Pemerkosaan. Istilah pemerkosaan ( rape ) berasal dari bahasa Latin rapere (kata supine dari raptum ) yang berarti "untuk merebut, meraih, membawa pergi . Pemerkosaan didefinisikan di sebagian besar yurisdiksi sebagai hubungan seksual, atau bentuk penetrasi seksual lainnya, yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban tanpa persetujuan (konsensual) . WHO juga mendefinisikan pemerkosaan sebagai bentuk kekerasan seksual, Organisasi Kesehatan Dunia mengartikan pemerkosaan sebagai "penetrasi vagina atau anus dengan menggunakan penis, anggota-anggota tubuh lain atau suatu benda , bahkan dengan cara pemaksaan baik fisik atau non-fisik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata pemerkosaan juga adalah proses, cara, perbuatan memerkosa. Arti lainnya juga dari pemerkosaan adalah pelanggaran dengan kekerasan..

Scene 8 (2m 12s)

Masalah kekerasan dan pemerkosaan. x.

Scene 9 (2m 18s)

a . Kekerasan yang disengaja dan dampaknya pada korban dan keluarga korban dilihat dari psikis Kekerasan yang disengaja : 1. Kekerasan fisik Kekerasan fisik adalah suatu kekerasan yang terjadi secara nyata atau dapat dilihat dan dirasakan oleh tubuh langsung . Kekerasan fisik ini seringkali meninggalkan bekas luka bagi penerima kekerasan atau korban tindak kekerasan , sehingga ketika ingin melaporkan tindak kekerasan ini akan divisum terlebih dahulu . Adapun wujud dari kekerasan fisik , seperti pemukulan , pembacokan , bahkan hingga menghilangkan nyawa seseorang . Kekerasan fisik ini bisa juga disebut dengan kekerasan langsung karena bisa langsung menyebabkan luka pada korbannya . Kekerasan fisik ini bukan hanya terjadi di lingkungan luar rumah saja , tetapi bisa juga terjadi di lingkungan keluarga , seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)..

Scene 10 (2m 50s)

2. Kekerasan psikologis Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang di mana dilakukan untuk melukai mental atau jiwa seseorang , sehingga bisa menyebabkan seseorang menderita gangguan jiwa . Kekerasan psikologis ini lebih dikenal oleh masyarakat banyak dengan nama kekerasan psikis . Bentuk dari kekerasan psikologis biasanya , seperti ucapan yang menyakitkan hati , melakukan penghinaan terhadap seseorang atau kelompok , melakukan ancaman , dan sebagainya . Kekerasan psikologis ini bukan hanya bisa menimbulkan ketakutan saja , tetapi bisa juga menyebabkan seseorang mendapatkan trauma secara psikis . Jika korban kekerasan psikis sudah cukup parah , maka ia perlu dibawa ke psikiater atau psikolog . Selain itu , orang-orang disekitarnya harus tetap mendukungnya agar mendapatkan keadilan ..

Scene 11 (3m 19s)

Dampak pada korban dan keluarga korban. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD ).

Scene 12 (3m 31s)

b. Norma sosial tentang KDRT dan tindak kekerasan pada wanita 1. Adanya UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) mengenali kekerasan seksual dalam definisi yang terbatas pada pemaksaan hubungan seksual. Pasal 5 huruf c UU PKDRT menyebutkan definisi kekerasan seksual sebagai salah satu bentuk tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilarang 2. Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness) betapa pentingnya usaha untuk mengatasi terjadinya kekerasan terhadap wanita, baik dalam konteks individual, social maupun institusional 3. Bentuk lain kekerasan terhadap wanita adalah pelecehan seksual . dalam KUHP terdapat ketentuan mengenai “perbuatan cabul” Pasal-pasal tersebut antara lain Pasal 281 dan Pasal 294 KUHP ..

Scene 13 (4m 0s)

c. Sikap Masyarakat pada korban pemerkosaan PSK R eaksi / sikap msyarakat adalah , masa bodoh, dan acuh tak acuh. Karena bagi mereka dari awal telah memberi cap yang buruk dan menghina pekerja seks komersial karena dianggap tidak memiliki moral dan telah melanggar adat istiadat, hukum, dan agama . Jadi ketika adanya korban pemerkosaan PSK masyarakat tidak terlalu memperdulikan akan hal itu ..

Scene 14 (4m 21s)

Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya kekerasan dan pemerkosaan.

Scene 15 (4m 28s)

1. Faktor sosisal a. Beredarnya video porno, buku, bacaan, gambar, film dewasa di kalangan masyarakat dapat menimbulkan rangsangan dan pengaruh bagi yang membaca dan melihatnya, akibatnya banyak terjadi penyimpangan seksual terutama oleh anak usia remaja b. Pergaulan yang sangat bebas sangat rentan terjadinya kekerasan dan pemerkosaan 2. Faktor Budaya a. Rape culture b. Stigma Perempuan adalah Kelas Kedua Masih Lekat 3. Faktor Ekonomi a. P elaku mempunyai kekuasaan yang lebih dari pada korban seperti Kekuasaan posisi pekerjaan yang lebih tinggi b. Pelaku mempunyai ekonomi di atas rata-rata dibandingkan dengan korban.

Scene 16 (4m 54s)

Langkah mengatasi masalah kekerasan dan pemerkosaan.

Scene 17 (5m 1s)

a. Peran keluarga yaitu o rang tua pun harus memerhatikan pergaulan anak agar terhindar dari kemungkinan melakukan atau menjadi korban kekerasan atau pemerkosaan d engan memberikan pemahaman mengenai cara menghormati orang lain dan tidak melakukan tindakan yang berkaitan dengan kekerasan seksual. b. Membuat laporan kepada pihak yang berwajib c. mengajukan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Ko rban (LPSK) atau lembaga-lembaga perlindunngan yang lain..

Scene 18 (5m 21s)

Kesimpulan. Penting bagi kita mengetahui definisi tentang kekerasan dan pemerkosaan serta masalah-masalah yang akan menimbulkan terjadinya kekerasan dan pemerkosaan , dan juga faktor-faktor penyebab kekerasan dan pemerkosaan dan yang tidak kalah penting dari semuanya itu adalah langkah-langakah yang kita harus lakukan dalam mengatasi kekerasan dan pemerkosaan agar kita dapat menghindari hal-hal tersebut dan kita juga dapat menghimbau atau memberitahukan kepada orang lain untuk dapat menjaga diri mereka agar terhindar dari kekerasan dan pemerkosaan ..

Scene 19 (5m 43s)

Daftar Pustaka. Dampak Pemerkosaan bagi Psikologis Korban Definisi Kekerasan Seksual dalam Hukum di Indonesia FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI PENYEBAB TERJADINYA KASUS PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK DI KOTA DENPASAR Mengatasi dan mencegah tindak kekerasan seksual pada perempuan dengan pelatihan asertif PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERKUALITAS Perlindungan bagi wanita terhadap tindakan kekerasan Persepsi masyarakat terhadap profesi PSK Rape culture di balik pemakluman kekerasan seksual Triyono 2008.

Scene 20 (6m 2s)

AWESOME WORDS. For catching your audience’s attention.