KERAJAAN HINDU-BUDHA, DAN ISLAM DI INDONESIA

Published on
Scene 1 (0s)

KELAS 6 SD

KERAJAAN HINDU-BUDHA, DAN ISLAM DI INDONESIA

MENGKRITISI MATERI

Scene 2 (9s)

PENDAHULUAN

01

PEMBAHASAN

02

PENUTUP

03

LAMPIRAN

04

Scene 3 (18s)

Sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu , yang dapat dijadikan sebagai pelajaran di masa kini . Indonesia sendiri adalah negara majemuk yang kaya akan sejarah .

Scene 4 (30s)

Sejarah memiliki peranan yang sangat penting dalam peradaban manusia. Dengan mempelajari sejarah, manusia dapat berkaca dan mengenal jati diri bangsanya (Sari,2015).

PENDAHULUAN

Scene 5 (42s)

SEJARAH

Indonesia sendiri adalah negara majemuk yang kaya akan sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah diciptakan karena masuknya peradaban ke wilayah Indonesia seperti peradaban kerajaan Hindu-Buddha, peradaban kerajaan Islam, serta peradaban kerajaan Kristen.

1.1 Latar Belakang

Scene 6 (58s)

Peradaban-peradaban juga mempengaruhi :

AGAMA

SUKU

BUDAYA

RAS

01

02

03

04

Scene 7 (1m 10s)

Hal ini juga membuat Indonesia jadi kaya akan sejarah , bisa dilihat dari contoh peninggalan :

NISAN/MAKAM

MASJID

GAPURA

CANDI

Dan Lain Sebagainya

Scene 8 (1m 23s)

PEMBAHASAN TOPIK :

Kerajaan Hindu- Budha

Setelah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha surut , mulai berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Agama dan kebudayaan Islam masuk Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina (Husain,2017).

Kerajaan yang pertama berkembang di Indonesia, dan menggunakan sistem perdagangan untuk berhubungan dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, China dan wilayah Timur Tengah pun bisa terjalin .

Kerajaan Islam

Scene 9 (1m 48s)

Buku Modul tema 5 “ Teropong Waktu ( Jejak Kerajaan Hindu, Budha dan Islam) di Nusantara”

abstract

Scene 10 (2m 3s)

2.1 Uraian Materi yang Dikritisi

Kerajaan Hindu- Budha Kerajaan Islam

PEMBAHASAN

2.2 Perspektif Kristen :

2.3 Korelasi dengan Konteks Kekinian

Scene 11 (2m 16s)

2.1 Uraian Materi yang Dikritisi

Scene 12 (2m 24s)

POINT-POINT YANG DIKRITISI :

Kerajaan Hindu- Budha

Kerajaan Islam

Proses berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu- Budha di Indonesia secara mendalam ( tidak dijelaskan masuknya peradaban Hindu- Budha ) Proses pergantikan atau runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu- Budha secara mendalam ( alur pergantiannya tidak dijabarkan dengan jelas ) Sistem kasta yang tidak terlalu dikenal ( Kasta Dalit)

Proses masuknya Kerajaan Islam di Indonesia secara mendalam ( tidak dimasuknya teori Cina kedalam materi buku ) Tahun berapa sebenarnya Agama Islam datang ke Indonesia? Apakah Kerajaan Islam datang ke Indonesia secara damai ?

Scene 13 (2m 49s)

Kedatangan para pedagang atau golongan Waisya dari India yang membawa paham Hindu dan diikuti oleh kedatangan para musafir dari Tiongkok yang membawa paham Budha

Kerajaan Hindu- Budha

Peradaban ini diperkirakan ada pada awal masehi dan menjadi awal mula peradaban Hindu-Budha di Indonesia dan membuat banyaknya kerajaan-kerajaan baru di Nusantara oleh sistem kastanya .

Para musafir melakukan perdagangan dan juga menyebarkan agama Hindu- Budha di Nusantara. Kedatangan para musafir ini membawa paham baru mengenai agama Hindu- Budha di Nusantara.

01

02

03

Scene 14 (3m 16s)

Kasta

Ajaran-ajaran agama Hindu dipengaruhi oleh peranan kaum brahmana atau golongan agama dari India.

BRAHMANA

KSATRIA

WAISYA

SUDRA

Scene 15 (3m 28s)

Kerajaan-Kerajaan yang Terkenal Selama Sejarah Perabadaan Hindu- Budha di Indonesia

Scene 16 (3m 36s)

Kerajaan Kutai

Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Singasari

Scene 17 (3m 46s)

Buku memaparkan kerajaan-kerajaan Hindu-Budha dengan menambahan gambar dari bentuk peninggalan juga peta geografis. Dapat dilihat bukti peninggalan kerajaan Hindu-Budha masih sering ditemukan di Indonesia.

Kerajaan Hindu-Budha

Kurang memaparkan kisah kerajaan-kerajaan Hindu-Budha secara mendetail Tidak menuliskan teori dan bentuk penyebaran agama Hindu di Indonesia

Kekuatan

Kelemahan

Scene 18 (4m 5s)

Kerajaan Islam

Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia yang dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat. Dimana dalam waktu singkat penyebaran agama Islam mulai menyebar luas dikarenakan melemahnya kekuatan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya . Kerajaan-kerajaan yang berada dibawah kekuasaannya mulai melepaskan diri dan raja- rajanya memeluk agama Islam. Hal inilah yang menjadi penyebab munculnya kerajaan-kerajaan dan peninggalan sejarah agama Islam di Indonesia, seperti kerajaan Samudra Pasai , kerajaan Demak , kerajaan Mataram Islam, kerajaan Ternate, kerajaan Tidore , dan kerajaan Gowa-Tallo .

Scene 19 (4m 33s)

Teori India Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Pijnappel dari Universitas Leiden. Menurutnya , orang-orang Arab bermazhab Syafi’i yang bermingrasi dan menetap di wilayah India tersebutlah yang membawa Islam ke Nusantara. Teori Arab Teori ini dikemukakan oleh Sir Thomas Arnold, Crawfurd , Niemann, dan de Hollander. Dalam pandangan Arnold, para pedagang Arab menyebarkan agama Islam ketika mereka dominan dalam perdagangan Barat-Timur sejak abad awal Hijriah atau abad ke-7 dan ke-8 Masehi .

Menurut (Husain, 2017) terdapat beberapa teori mengenai masuknya agama Islam di Nusantara yaitu sebagai berikut :

Scene 20 (5m 1s)

Teori Persia Teori ini mengemukakan bahwa Islam datang ke Nusantara dibawa oleh para pedagang dari Persia, teori ini dikemukakan oleh P.A. Hoesein Djajadiningrat . Menurutnya , Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M di Sumatera yang berpusat di Samudra Pasai . Argumen ini mendasar pada persamaan budaya yang berkembang di kalangan masyarakat Islam Nusantara dengan budaya yang ada di Persia. Teori Cina Teori ini mengemukakan bahwa pada abad ke-9 M banyak muslim Cina di Kanton dan wilayah Cina Selatan lain yang mengungsi ke Jawa , ke Kedah, dan Sumatera. Pengungsian ini terjadi karena terjadi penumpasan terhadap penduduk Cina Kanton dan wilayah Cina Selatan yang penduduknya mayoritas beragama Islam.

Scene 21 (5m 34s)

Di dalam buku ini juga terdapat media yang dapat digunakan siswa sebagai sarana pendukung agar dapat lebih memahami materi Latihan soal yang diberikan kepada siswa bukan hanya melatih hafalan siswa , tetapi juga mengajak siswa   untuk mengetahui peninggalan sejarah kerajaan Islam apa saja yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya .

Kerajaan Islam

Materi mengenai masuknya agama Islam di Nusantara dibahas secara ringkas , dimana penulis hanya memaparkan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat.

Kekuatan

Kelemahan

Scene 22 (6m 1s)

Tahun berapa sebenarnya Agama Islam datang ke Indonesia?

Apakah Kerajaan Islam datang ke Indonesia secara damai ?

Scene 23 (6m 10s)

2.2 Perspektif Kristen :

Scene 24 (6m 17s)

KASTA HINDU-BUDHA

BRAHMANA

KSATRIA

WAISYA

SUDRA

Sistem ini berasal dari India, negara asal agama Hindu, dan diterapkan juga di Indonesia pada masa Hindu- Budha , seperti pada masa Kerajaan Mataram kuno atau Kerajaan Majapahit .

Scene 25 (6m 33s)

Penjelasan

Pada masa Hindu- Budha masyarakat Hindu terbagi dalam empat golongan yang disebut kasta . Namun dari keempat kasta ini , masih ada satu lagi kasta yang tidak dimasukkan ke daftar tersebut , yaitu yang dianggap paling rendah , disebut Dalit.

Dalam bahasa Sansekerta , Dalit memiliki arti “yang tertindas ”

Orang yang menyentuh fisik orang Dalit dianggap tercemar , hal ini dikenal dengan julukan praktik untouchability, yaitu mengucilkan sekelompok orang yang dianggap “ tidak tersentuh ”

Sistem kasta ini mengakibatkan pemisahan dan penganiayaan kepada sekelompok orang tersebut .

Scene 26 (7m 2s)

Kisah antara orang Samaria yang bersedia membantu orang Yahudi yang pada dasar adalah dua budaya yang mendiskriminasi satu sama lain.

Perumpamaan 1

Peristiwa Tuhan Yesus membasuh kaki. Orang yang dibasuh kakinya berarti dianggap derajatnya lebih tinggi daripada yang membasuh. Ada perbedaan derajat yang sangat jelas.

Perumpamaan 2

Galatia 3:28 “ Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka , tidak ada laki-laki atau perempuan , karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus .”

Matius 22:39 “Dan hukum yang kedua , yang sama dengan itu , ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri .”

Scene 27 (7m 35s)

2.3 Korelasi dengan Konteks Kekinian

11%//7////

Scene 28 (7m 44s)

Korelasi Hindu- Budha dengan Konteks Kekinian :

Di Bali yaitu di mana Jenazah seseorang yang telah meninggal biasanya di bakar , lalu abunya ditaburkan ke laut agar “ bersatu ” kembali dengan alam . Upacara ngaben ini memang tidak diterapkan kepada semua umat Bali-Hindu, hanya orang yang mampu secara ekonomi yang melakukan ritual pembakaran mayat ( biasa golongan brahmana, bang sawan , dan pedagang kaya).

UPACARA NGABEN

Dampak pembagian kasta dalam Hindu- Budha pada masa kini adalah menjadi terciptanya sekat atau tembok yang membuat masyarakat menjadi terbelakang . Masyarakat dibeda-bedakan menjadi beberapa golongan pembagian kasta , sehingga masyarakat kasta bawah menjadi sulit dalam bersosialisasi dengan masyarakat kasta atas dan juga berpengaruh terhadap lapangan dan dan kesempatan kerjanya .

Kepercayaan terhadap kuburan yang mampu memberikan rejeki dan pertolongan , kepercayaan terhadap roh-roh , kekuatan alam dan benda keramat seperti keris , patung , cincin , atau gunung .

01

02

03

K EPERCAYAAN

PEMBAGIAN KASTA

Scene 29 (8m 31s)

Pondok Pesantren

Lembaga pendidikan dan pusat penyebaran agama Islam, dimana s iswa tinggal bersama di asrama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang disebut kiai .

Bentuk-bentuk tarian yang berkaitan dengan bacaan selawat dan dalam tarian itu sangat di pengaruhi oleh paham sufi ( tasawuf ). Misalnya , pada permainan debusyang di awali dengan bacaan ayat-ayat tertentu dari Alquran atau selawat dengan menggunakan lagu-lagu tertentu ( Dr. Mohammad Syawaludin , 2019).

Bidang Arsitektur

Mendirikan tempat ibadah yaitu masjid dan Menara dengan bentuk atap masjid berupa atap tumpang , yaitu atap yang bersusun , semakin ke atas semakin kecil dan tingkat yang paling atas berbentuk limas

Tarian

Korelasi Islam dengan Konteks Kekinian :

Scene 30 (9m 6s)

Kesimpulan

Pengaruh Hindu-Budha terhadap aktifitas keagamaan di Indonesia tercermin hingga masa kini. Bagitupun, kebudayaan Islam berkembang terus sampai saat ini . Pengenalan akan sejarah ini penting membantu pemahaman akan peradaban dan sejarah-sejarah berdirinya kerajaan yang ada, serta bentuk peninggalan sejarah yang ditinggalkan. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, maka setiap manusia adalah berharga dan mulia. Kita semua sama , tidak ada yang lebih atau kurang nilainya di hadapan Tuhan , jadi kita harus memperlakukan setiap orang, siapapun dia , apapun latar belakang suku , budaya , agama dan warna kulitnya dengan hormat , penuh kasih , dan kerendahan hati . Tidak ada rasisme di dalam Kristus , semua orang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus , sehingga Ia telah mati untuk menebus kita semua . Kita diciptakan untuk menjadi terang dan garam, menjadi berkat bagi sesama.

Scene 31 (9m 46s)

DAFTAR PUSTAKA :

Pergantian Kekuasaan di Kesultanan Palembang. Palembang: Rafah Press. Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M. e. (2013). Sejarah Sosial dan Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara. Jakarta: Kencana . Husain, S. B. (2017). Sejarah Masyarakat Islam Indonesia. Surabaya: Airlangga University Press. Sari, K. (2015). SEJARAH PERADABAN ISLAM. Bangka Belitung: SHIDDIQ PRESS. Pujiastuti , Y. S., Tamtomo , T. H., & Suparno , N. (2007). IPS Terpadu 1B untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Penerbit Erlangga .

Scene 32 (10m 17s)

TERIMA KASIH

_____

_____

_____