LAPORAN AKTUALISASI APARATUR SIPIL NEGARA

Published on
Scene 1 (0s)

LAPORAN AKTUALISASI APARATUR SIPIL NEGARA. Hasil gambar untuk logo sumsel.

Scene 2 (25s)

2. TAHAPAN KEGIATAN AKTUALISASI.

Scene 3 (32s)

KEGIATAN AKTUALISASI. 3. Membuat kuesioner pre-test dan post-test tentang kemampuan deteksi dini kekambuhan skizofrenia sebagai bahan evaluasi Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor terkait rancangan aktualisasi Membuat media edukasi kepada keluarga pasien /ODGJ mengenai deteksi dini kekambuhan skizofrenia 1 2 3.

Scene 4 (46s)

KEGIATAN AKTUALISASI. Melakukan evaluasi terhadap keluarga tentang deteksi dini skizofrenia Melakukan sosialisasi media edukasi kepada petugas IGD secara daring Melakukan edukasi kepada keluarga pasien /ODGJ yang berada di IGD 4 5 6.

Scene 5 (58s)

5. PELAKSANAAN AKTUALISASI (HABITUASI).

Scene 6 (1m 4s)

KEGIATAN 1 Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor terkait rancangan aktualisasi.

Scene 7 (1m 13s)

KEGIATAN 1 Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor terkait rancangan aktualisasi.

Scene 8 (1m 27s)

KEGIATAN 1 Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor terkait rancangan aktualisasi.

Scene 9 (1m 45s)

KEGIATAN 2 Membuat media edukasi kepada keluarga pasien ODGJ mengenai deteksi dini kekambuhan skizofrenia.

Scene 10 (2m 0s)

KEGIATAN 2 Membuat media edukasi kepada keluarga pasien ODGJ mengenai deteksi dini kekambuhan skizofrenia.

Scene 11 (2m 18s)

KEGIATAN 2 Membuat media edukasi kepada keluarga pasien ODGJ mengenai deteksi dini kekambuhan skizofrenia.

Scene 12 (2m 36s)

KEGIATAN 3 Membuat kuesioner pre-test dan post-test tentang kemampuan deteksi dini kekambuhan skizofrenia sebagai bahan evaluasi.

Scene 13 (2m 55s)

KEGIATAN 3 Membuat kuesioner pre-test dan post-test tentang kemampuan deteksi dini kekambuhan skizofrenia sebagai bahan evaluasi.

Scene 14 (3m 9s)

KEGIATAN 4 Melakukan sosialisasi media edukasi kepada petugas IGD secara daring.

Scene 15 (3m 29s)

KEGIATAN 4 Melakukan sosialisasi media edukasi kepada petugas IGD secara daring.

Scene 16 (3m 40s)

KEGIATAN 4 Melakukan sosialisasi media edukasi kepada petugas IGD secara daring.

Scene 17 (3m 57s)

KEGIATAN 5 Melakukan edukasi kepada keluarga pasien ODGJ yang berada di IGD.

Scene 18 (4m 12s)

KEGIATAN 5 Melakukan edukasi kepada keluarga pasien ODGJ yang berada di IGD.

Scene 19 (4m 26s)

KEGIATAN 6 Melakukan evaluasi terhadap keluarga tentang deteksi dini skizofrenia.

Scene 20 (4m 39s)

KEGIATAN 6 Melakukan evaluasi terhadap keluarga tentang deteksi dini skizofrenia.

Scene 21 (5m 14s)

KEGIATAN 6 Melakukan evaluasi terhadap keluarga tentang deteksi dini skizofrenia.

Scene 22 (5m 41s)

KEGIATAN 6 Melakukan evaluasi terhadap keluarga tentang deteksi dini skizofrenia.

Scene 23 (5m 55s)

KESIMPULAN. 23. Keluarga pasien skizofrenia dapat memeroleh edukasi yang lebih jelas mengenai deteksi dini kekambuhan pada pasien skizofrenia Terjadi peningkatan pengetahuan pada keluarga pasien setelah diberikan buku saku deteksi dini kekambuhan skizofrenia dan leaflet  menghindari terjadinya keterlambatan terapi medis pada pasien /ODGJ Terjadi peningkatan pengetahuan pada keluarga pasien setelah diberikan buku saku deteksi dini kekambuhan skizofrenia dan leaflet  mengurangi angka keterlambatan pasien ODGJ yang memerlukan perawatan inap di RS Ernaldi Bahar Pr ovinsi Sumatera Selatan.

Scene 24 (6m 15s)

SARAN. 24. Sebagai penulis agar terus belajar dan meng- update pengetahuan terkait skizofrenia sesuai dengan nilai-nilai ASN sehingga dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan lainnya dalam mengedukasi keluarga pasien mengenai deteksi dini kekambuhan skizofrenia Sebagai instansi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan sesuai dengan visi dan Misi RS Ernaldi Bahar , maka penerapan hasil penelitian terkait skizofrenia yang relevan sesuai dengan kondisi RS Ernaldi Bahar perlu digali dan ditingkatan kembali Leaflet dan buku saku deteksi dini kekambuhan skizofrenia hanyalah awal dari upaya agar keluarga mendeteksi dini kekambuhan pasien skizofrenia  perlu dikembangkan lagi metode-metode terbaru agar edukasi dapat lebih bisa tersampaikan kepada keluarga pasien yang mengalami buta huruf.

Scene 25 (6m 42s)

. Terima kasih.