Perkembangan fisik dan perkembangan gerak masa adolensensi

Published on
Scene 1 (0s)

Perkembangan fisik dan perkembangan gerak masa adolensensi.

Scene 2 (9s)

Kelompok 3. Disusun oleh : MUHAMMAD I’IZAZ FATTAHILAH ARDIYAN BAYU KRISNA WAHYU TRI AJI WIBOWO RAFI SATRIA CAHAYA PUTRA ARNA RIDHO RACHUDU RACHMAD IRFAN NUR MALIK FRIETZ MARLEVE JOSHUA PRAYER AJI SASONGKO DUMADI MUHAMMAD ZIDANE NURALIF M. ARRAFIUDIN ABDILLAH.

Scene 3 (23s)

Perkembangan gerak adolensensi. Perkembangan gerak merupakan proses perkembangan yang berkesinambungan dan berkaitan dengan perubahan perilaku gerak manusia . Remaja ( adolesensi ) adalah suatu periode dalam pertumbuhan manusia antara pubertas dan kematangan (maturity), dan berlangsung biasanya antara usia 12 sampai 18 tahun dan 21 tahun . Adolesensi atau masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanakkanak menuju masa dewasa . Hal ini biasanya dipandang dari segi kematangan seksual dan cepatnya pertumbuhan . Adolesensi dimulai dengan percepatan rata-rata pertumbuhan sebelum mencapai kematangan seksual , kemudian timbul fase perlambatan , dan berhenti setelah tidak terjadi pertumbuhan lagi , yaitu setelah mencapai masa dewasa . Adolesensi merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa ..

Scene 4 (51s)

Masa adolesensi terdiri dari serangkaian kejadian-kejadian secara biologi yang kompleks , meliputi berbagai perubahan , seperti percepatan pertumbuhan , perubahan proporsi bentuk tubuh , perubahan dalam komposisi tubuh , kematangan ciri-ciri sex primer dan skunder , perubahan memprakarsai dan mengkoordinasikan perubahan-perubahan tubuh , seksual dan fisiologis ..

Scene 5 (1m 18s)

Ukuran dan proporsi tubuh. Perbedaan ukuran badan untuk kedua jenis kelamin pada masa sebelum adolensensi adalah kecil , meskipun ada kecenderungan anak lakilaki lebih tinggi dan lebih berat di bandingkan dengan anak perempuan . Sedangkan pada masa adolensensi anak-anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat dari anak laki-laki . Akan tetapi keadaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi pada anak laki-laki pada masa adolesens.

Scene 6 (1m 38s)

Fit ness GYM. Pertumbuhan jaringan tubuh. Pertumbuhan secara proporsional terjadi pada tulang otot dan jaringan pada masa adolesensi Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh malima dan Johnston (1967) menyimpulkan bahwa perbandingan antara otot dengan tulang pada masa sebelum adolesensi agak tetap ( konsisten ) yaitu 2,3:1 dan meningkat menjadi 2,4:1 pada masa sesudah adolesensi . Pada anak laki-laki perbandingan antara otot dengan lemak tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan , yaitu 2,5:1 dalam masa sebelum adolesensi , dan pada usia 15,5 tahun menjadi 2,6:1. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan lemak pada anak laki-laki ..

Scene 7 (2m 8s)

Perubahan fisiologis. Adolesensi di tandai oleh berbagai macam perubahan-perubahan fisiologis yang berhubungan dengan masa pubertas dan berpengaruh terhadap penampilan fisik pada kedua jenis kelamin . Salah satu perubahannya adalah denyut nadi nasal yang selalu menurun Tekanan darah sistolik naik secara ajeg sejak masa kanak-kanak kemudian meningkat lebih cepat selama masa adolesensi , dan tetap meningkat sampai dewasa peningkatan sel-sel darah merah dan hemoglobin dalam darah menambah masuknya oksigen (o2) dalam darah ..

Scene 8 (2m 32s)

Peningkatan kekuatan. Perkembangan kekuatan susunan masa adolesensi nampak bahwa pada perempuan tidak melampaui rata-rata perkembangan kekuatan laki-laki , bahkan dapat di gambarkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh perempuan yang terkuat dapat di amankan dengan kekuatan lakilaki yang lemah.

Scene 9 (3m 6s)

Tanda dan ciri fisik. A.Ciri-ciri seks primer Modul kesehatan reproduksi remaja ( sarwono 2003) menyebutkan bahwa ciri-ciri seks primer pada remaja putri yaitu mengalami menstruasi . Menstruasi adalah peristiwa keluarnya cairan darah dari alat kelamin perempuan berupa lapisan dinding dalam rahim . Dan adapun Tanda dan ciri-ciri perubahan primer pada pria 1.Kesiapan testis memproduksi sperma 2. Mengalami mimpi basah Peristiwa mimpi basah adalah peristiwa ejakulasi atau keluarnya air mani saat tidur . Tanda dan ciri-ciri perubahan primer ini terjadi saat testis serta salurannya ( uretra ) terisi penuh sperma . Mimpi basah biasa dialami semua anak laki-laki menjelang dewasa . Kondisi ini menunjukkan seorang laki-laki siap melakukan proses reproduksi . Dia sudah mampu membuahi sel telur yang sudah matang hingga terjadi kehamilan ..

Scene 10 (3m 39s)

B. Tanda dan ciri-ciri perubahan sekunder Setelah pembahasan tanda dan ciri perubahan sek primer pada laki-laki dan perempuan , berikut ada pula tanda dan ciri seks sekunder pada laki-laki dan perempuan . A.tanda dan ciri-ciri perubahan sekunder pada pria Ukuran kemaluan bertambah Suara menjadi lebih berat Kumis tumbuh dan jakun mulai tampak Perubahan hormon mengakibatkan munculnya gangguan bau badan dan jerawat Rambut halus tumbuh di ketiak dan kemaluan Dada pria menjadi lebih lebar dan bidang B.Ciri-ciri seks sekunder menurut ( sarwono 2003) ciri-ciri seks sekunder pada remaja Putri adalah sebagai berikut : Pinggul lebar , bulat dan membesar , puting susu membesar dan menonjol , serta berkembangnya kelenjar susu, payudara menjadi lebih besar dan lebih bulat . Kulit menjadi lebih kasar , lebih tebal agak pucat lubang pori-pori bertambah besar , kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif . Otot semakin besar dan semakin kuat terutama pada pertengahan dan menjelang akhir masa puber , sehingga memberikan bentuk bahu lengan dan tungkai . Suara menjadi lebih penuh dan semakin merdu.

Scene 11 (4m 21s)

Terimakasih.