PowerPoint Presentation

Published on
Scene 1 (0s)

KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR MELALUI PENGUATAN PERAN PENGAWAS SEKOLAH.

Scene 2 (14s)

Model Kompetensi meliputi kategori : Pengetahuan profesional; Praktik pembelajaran profesional; dan Pengembangan profesi. Model kompeteni kepemimpinan sekolah meliputi kategori : Pengembangan diri dan orang lain; Kepemimpinan pembelajaan; Kepemimpinan manajemen sekolah; dan Kepemimpinan pengembangan sekolah..

Scene 3 (26s)

Kategori model kompetensi guru meliputi sebagai berikut. Pengetahuan profesional denganh kompetensi: Menganalisis struktur dan alur pengetahuan untuk pembelajaran; Menjabarkan tahap penguasaan komopetensi murid; dan Menetapkan tujuan belajar sesuai dengan karakteristik murid, kurikulum, dan profil pelajar Pancasila. 2. Praktik pembelajaran profesional dengan kompetensi: Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman; Menyusun desain, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran yang efektif; Melakukan asesmen, memberi umpan balik, dan menyampaikan laporan belajar; dan Mengikutsertakan orang tua/walimurid dan masyarakat dalam pembelajaran..

Scene 4 (50s)

3. Pengembang profesional dengan kompetensi: Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri; Menunjukan kematangan spiritual, moral, dam emosi, untuk berprilaku sesuai kode etik guru; Menunjukkan praktik dan kebiasaan bekerja yang berorientasi pada anak; Melakukan pengembangan potensi secara gotong royong untuk menumbuhkan perilaku kerja; dan Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier..

Scene 5 (1m 8s)

Model kompetensi kepemimpinan sekolah meliputi kategori: 1. Pengembangan diri dan orang lain dengan kompetensi sebagai berikut: Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi; Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepeimpinan sekolah untuk mengembangkan karier; dan Menunjukan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berprilaku sesuai dengan kode etik. 2. Kepemimpinan pembelajaran dengan kompetensi sebagai berikut: Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid; Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid; Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid; dan Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendampingan dan sumber belajar di sekolah..

Scene 6 (1m 37s)

3. Kepemimpinan manajemen sekolah dengan kompetensi sebagai berikut: Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid; dan Memimpin dan mengelola program sekolah berdampak pada murid. 4. Kemimpinan pengembangan sekolah dengan kompetensi sebagai berikut: Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan; dan Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pegembangan sekolah..

Scene 7 (1m 56s)

Seluruh pemangku kepentingan pendidikan (termasuk siswa) menjadi agen perubahan serta memberikan pengaruh dan dukungan sepenuhnya Keluarga "Sekolahkan Anak Indonesia" Angka Partisipasi Tinggi di seluruh jerjang menengah: pada jenjang pendidikan tinwi ntRDERA Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dunia Usaha/ Industri Pendidikan "Dorong Pembelajaran Siswa" Hasil Belajar Berkualitas rnemiEki dan yang relevÜ1, hßil berkualitas tirui. dan tinpt keria dapat dicapai melalui perbaikan pada: Masyarakat Organisasi Penggerak, Perusahaan Edukasi, d". "Tidak Ada Anak yang Tertinggal" Distribusi yang Merata secara geografis mm*pun status Infrastruktur dan Teknologi • Platform pendidikan nasional bert*SIS • Infrastuktur sekolah/ kelas masa ±pan Kebijakan, Prosedur, dan Pendanaan • Kontribusi ekstemal (pemerintah dan swasta) • Mekanisme • anggæan yarg efektif dan akuntabel • sauwl pencidikan Kepemimpinan, Masyarakat, dan Budaya • guru, kepala sekolah, dan ntah daerah • erasi dan pmbinaan (lokal dan globd) antara guru, satuan pendidikan, dan industri Kurikulum, Pedagogi, dan • Kurikulum dan asesrtwl nasimal.

Scene 8 (2m 25s)

O b j ek ti f U t a m a: P e ng e m b a ng an SD M unggu l h a r u s b e r s if at ho li s ti k d an ti d ak t e rf o k us kepa d a ke m a m pu an k ogn iti f sa j a.

Scene 9 (2m 57s)

PROFIL PELAJAR PANCASILA Transformasi Sekolah Transformasi Tata Keloia GTK Tujuan: Keseimbangan Supply & Demand Transformasi Regulasi GTK Perencanaan Kebutuhan GTK Rekrutmen Guru PPPK, PNS Jenjang Karir Guru, KS, PS Asesmen Guru, KS, PS Guru, KS di 3T Program Guru Penggerak Program Sekolah Penggerak Transformasi Pembelajaran Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah Transformasi Pendidikan Guru Transformasi PPG Pra Jabatan Transformasi PPG Dalam Jabatan Revitalisasi LPTK Platform Pembelajaran Guru Konten Video Microlearning Asesmen Formatif Learning Management System Model Kompetensi Guru, KS Kurikulum Pembelajaran Guru, KS, PS (teacher learning continuum), Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Yang Efektif (Paradigma Pembelajaran Baru) Rapat Koordinasi Ditjen GTK: Refleksi dan Konsolidasi I Lombok, 8-10 Oktober 2021 Transformasi Organisasi Ditjen GTK Program Tujuan: Kinerja Organisasi Efektif & Efisien Penggerak Project Management Office Publikasi dan Komunikasi Analisis Data dan Balai (Besar) Kebijakan Guru Penggerak Kemitraan dan Pemberdayaan Ekosistem belajar guru Komunitas di setiap propinsi Perguruan Tinggi, Org. Nasional & Int'l, dll. Program Literasi dan Numerasi untuk Guru Dinas Pendidikan Organisasi Profesi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 3.

Scene 10 (3m 27s)

10. Sekolah Penggerak.

Scene 11 (3m 33s)

11. Sekolah Penggerak Bukanlah sekolah unggulan Tidak mengubah input oo Meningkatkan Mengubah kapasitas proses SDM Ke depannya semua sekolah akan menjadi Sekolah Penggerak.

Scene 12 (3m 40s)

12. Sekolah Penggerak sebagai katalis. Gambaran Akhir Sekolah Penggerak Secara Umum.

Scene 13 (4m 7s)

Program Sekolah Penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

Scene 14 (4m 42s)

Kemdikbud melalui UPT di masing masing provinsi akan memberikan pendampingan bagi Pemda provinsi dan kab/kota dalam perencanaan Program Sekolah Penggerak..

Scene 15 (5m 3s)

15. Pelatihan untuk Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru/Pendidik Pelatihan implementasi pembelajaran dengan paradigma baru bagi kepala sekolah, pengawas, penilik, dan perwakilan guru/pendidik* (pelatihan dilakukan 1 kali program di tingkat nasional) Pelatihan implementasi pembelajaran dengan paradigma baru seluruh guru/pendidik di sekolah penggerak (pelatihan dilakukan 1 kali di tingkat sekolah) *) PAUD, SD, SMP, SMA SLB : perwakilan guru setiap mata pelajaran dan guru kelas **) Dilakukan Oleh Kepala Sekolah, Pengawas, Penilik, Guru yang mendapatkan pelatihan di tingkat nasional) Pendampingan untuk Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru/Pendidik O Lokakarya tingkat Kabupaten/Kota Belajar melalui Komunitas Praktisi bagi Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru/Pendidik O Program Coaching I-on-I untuk kepala sekolah Dilakukan secara berkala pada setiap bulannya Implementasi Teknologi Literasi Teknologi Platform Guru : Profil dan Pengembangan Kompetensi Platform Guru : Pembelajaran Platform Sumber Daya Sekolah Platform Rapor Pendidikan 1 pelatih ahli untuk 5-7 kepala sekolah. Pelatih ahli akan mendampingkan guru sekolah secara berkelompok.

Scene 16 (5m 47s)

Program Intrakurikuler Pembelajaran terdiferensiasi Capaian pembelajaran disederhanakan Siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi Guru leluasa memilih perangkat ajar sesuai kebutuhan.

Scene 17 (6m 13s)

17. 04. Perencanaan berbasis data Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah Laporan* potret kondisi mutu pendidikan Pendampingan oleh UPT dan atau pelatih ahli Perencanaan program perbaikan Bahan untuk refleksi diri.

Scene 18 (6m 22s)

18. Digitalisasi sekolah Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized Platform Guru: Profil dan Pengembangan Kompetensi Platform Guru: Pembelajaran Platform Sumber Daya Sekolah Dashboard Rapor Pendidikan Alat bantu Guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran berbasis microlearning dan habituasi Alat bantu Guru untuk menjalankan pembelajaran kompetensi holistik dan pembelajaran terdiferensiasi Meningkatkan fleksibilitas, transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sumber daya sekolah Memotret kondisi mutu pendidikan secara akurat dan otomatis. Dirujuk untuk evaluasi dan perencanaan.

Scene 19 (6m 41s)

Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak.

Scene 20 (7m 11s)

20. Guru Penggerak.

Scene 21 (7m 17s)

O Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Perjalanan Guru Penggerak dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan yang terdiri dari ketas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan.

Scene 22 (7m 34s)

Program Guru Penggerak Menciptakan Pemimpin Pembelajaran yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar Guru Mandiri Setelah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak, Guru diharapkan dapat Mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi secara mandiri Berpihak pada Murid Mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah oo Manajemen Pembelajaran Merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua Inovasi Pengembangan Sekolah Mengembangkan sekolah dengan inovasi dan kolaborasi dengan orang tua, komunitas untuk menumbukan kemandirian dan kepemimpinan murid Sesuai Kode Etik Memiliki kematangan moral. emosi, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.

Scene 23 (7m 58s)

Kerangka Desain Pendidikan Guru Penggerak (9 bulan) Prinsip Andragogi dan Pembelajaran berbasis pengalaman Belajar di tempat kerja dan Komunitas Praktik meliputi pemberian umpan balik dari atasan, rekan, dan siswa 20 Belajar dari rekan dan guru Iain 10 Pelatihan bersama fasilitator dan pendamping Tujuan utama Fokus Utama Asesmen Profil Pelajar Pancasila (Program Kepemimpinan Murid) Pemimpin Pembelajaran Aktivitas pendidikan berupa meliputi Pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan selama 9 bulan O Modul 1 Paradigma & Vsi Guru penggerak Modul 2 Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid O Modul 3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah O Refleksi dan dampak berkelanjutan Hasil penugasan dan praktik pelatihan, umpan balik (rekan sejawat, pendamping, murid) dan peningkatan hasil belajar murid.

Scene 24 (8m 21s)

24. Kurikulum Guru Penggerak. 1. Filosofi Pendidikan Nasional 2. Nilai dan Peran Guru Penggerak 3. Visi Guru Penggerak 4. Budaya Positif.

Scene 25 (9m 7s)

PetaAIur Belajar Modul 1.1 Aktivius CGP & Fasilitator Mulai dari Diri Merenungkan pengalaman pribadi Ruang Kolaborasi • Kerja Kelompok • Presentasi hasil & salingbelajar Demonstrasi Kontekstual Mengembangkan metafora mengabstraksi pemahaman konseptual • • Koneksi Antar Materi Meninjau metafora dan melengkapi Menyusun rencana tindakan • • Eksplorasi Konsep Menonton video, membaca, mengungkapkan pemahaman Menyimak narsum, diskusi kelompok, menyimpulkan Refleksi Terbimbing Peserta merenungkan apa yang mau dilakukan di konteks masing-masing Elaborasi Pemahaman Webinar dengan narsum praktisi Aksi Nyata Menerapkan rencana dan berefleksi, mendokumentasikan dalam portofolio Mendorong semangat belajar CGP Memfasilitasi diskusi *Menilai tugas dan memberi umpan balik Mengecek penyelesaiantugas.

Scene 26 (9m 29s)

. so-HATUA. . TERIMA KASIH.