KURIKULUM PROTOTIPE UNTUK MEMBANTU PEMULIHAN PEMBELAJARAN

Published on
Scene 1 (0s)

Kurikulum Prototype, Sebuah Harapan Baru Pendidikan Yang Memerdekakan.

Scene 2 (10s)

KONTEKS PERUBAHAN KURIKULUM PROTOTYPE. 01.

Scene 3 (17s)

A B C. 2. ERA INDUSTRY 4.0 Lanskape pekerjaan berubah Kompetensi yang dibutuhkan Karakter dan Soft Skills.

Scene 4 (48s)

KURIKULUM MERDEKA BELAJAR. © Steve Wheeler, University of Plymouth, 2010.

Scene 5 (1m 11s)

KONSEP & STRUKTUR KURIKULUM PROTOTYPE. 02.

Scene 6 (1m 18s)

Benang Merah Pengembangan Kurikulum. Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya: Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik , mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual. Kontekstualisasi dan personalisasi : kurikulum dirancang sesuai konteks ( budaya , misi sekolah , lingkungan lokal ) dan kebutuhan murid. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu . Dengan menekankan focus pada materi esensial.

Scene 7 (1m 44s)

Kenapa Hanya Fokus pada Materi Esensial …?. Pembelajaran yang.

Scene 8 (2m 12s)

Kurikulum ini meneruskan proses peningkatan kualitas pembelajaran yang telah diinisiasi kurikulum-kurikulum sebelumnya..

Scene 9 (2m 47s)

Kurikulum ini menguatkan praktik kurikulum berbasis konteks satuan pendidikan yang sudah diatur dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya..

Scene 10 (3m 29s)

Kerangka Kurikulum Prototype pada Sekolah Penggerak.

Scene 11 (4m 11s)

Ditetapkan oleh pemerintah pusat. FLEKSIBEL/DINAMIS Satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Scene 12 (4m 46s)

Kurikulum Prototype Menguatkan Pengembangan Karakter.

Scene 13 (5m 14s)

Budaya Sekolah. Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah..

Scene 14 (5m 54s)

Projek penguatan profil Pelajar Pancasila adalah kegiatan yang fleksibel , tidak rutin/terstruktur, dan lebih berpusat pada siswa.

Scene 15 (6m 24s)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 16.

Scene 16 (6m 42s)

Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah. Kurikulum Prototipe.

Scene 17 (7m 5s)

PAUD Kegiatan bermain sebagai proses belajar yang utama Penguatan literasi dini dan penanaman karakter melalui kegiatan bermain- belajar berbasis buku bacaan anak Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal.

Scene 18 (8m 49s)

04. 03. 05. 06. 02. 01. Sinergi / tim teaching dalam merancang PBM.

Scene 19 (9m 11s)

THANK YOU!.