Perencanaan Program Gizi di Sumatera Utara

Published on
Scene 1 (0s)

Perencanaan Program Gizi di Sumatera Utara

Kartini Mardianti Putri 25000118120144 Dibawah Bimbingan Ir. Laksmi Widajanti,M.si

Scene 2 (12s)

Perencanaan Program Gizi adalah Proses Penyusunan Program,Projek,Kegiatan Gizi secara Sistematis untuk mencegah dan menangani masalah gizi masyarakat dengan metode,teknik,cara secara sistematis dan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan ketersediaan dan akses pangan,sumberdata manusia serta lingkungan .

Perencanaan Program Gizi

Scene 3 (32s)

Perundangangan yang berisi perencanaan program gizi yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional,Percepatan Perbaikan Gizi .

Perundangan Perencanaan program gizi

Scene 4 (48s)

Provinsi Sumatera Utara

Sumatera utara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak dibagian utara pulau sumatera dengan ibu kotanya kota medan . Luas wilayah Sumatera Utara adalah 72.2981,23 km 2 dengan 25 kabupaten,8 kota,440 kecamatan,693 kelurahan dan 5.419 desa . Sumatera utara merupakan provinsi ke 4 dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia,jumlah penduduk 15.136.522 jiwa dengan kepadatan pendudukan 207,40 jiwa /km 2

Scene 5 (1m 13s)

Program Gizi di Provinsi Sumatera Utara

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang mempunyai misi mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat dalam kehidupan yang memiliki iman dan takwa tersedianya sandang pangan yang cukup,rumah yang layak,pendidikan yang baik,kesehatan yang prima,mata pencaharian yang menyenangkan serta harga-harga yang terjangkau . Program perbaikan gizi masyarakat yaitu : Orientasi Proses Asuhan Gizi Tersandar (PAGT) Peningkatan Kapasitas tenaga Konselor ASI Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui Pemberian Tablet Tambah Darah (FE) pada Ibu Hamil dan Remaja Putri ( Rematri ) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Provinsi Pembinaan Gizi Masyarakat .

Scene 6 (1m 42s)

Intervensi Perencanaan Program Gizi di Sumatera Utara

Intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang ditunjukan kepada anak dalam 1000 HPK sedangkan intervensi gizi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan berupa pelayanan pengobatan dan perawatan sesuai dengan standar yang berlaku dengan sasaran kegiatan intervensi gizi spesifik yaitu ibu hamil,ibu menyusui dan anak berumur sampai dengan 6 bulan serta ibu menyusui dan anak berumur 7 bulan sampai dengan 23 bulan . Kegiatan Intervensi Gizi spesifik dengan ibu hamil Kegiatan Intervensi Gizi spesifik dengan sasaran ibu menyusui dan anak berumur sampai dengan 6 bulan Kegiatan Intervensi Gizi spesifik dengan sasaran ibu menyusui dan anak berumur 7 bulan sampai dengan 23 bulan Kegiatan Intervensi Gizi Sensitive

Scene 7 (2m 14s)

Evaluasi Program di Sumatera Utara

Ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penurunan kasus kematian ibu yang disebabkan oleh faktor multi dimensi seperti akses dan kualitas pelayanan kesehatan,perilaku individu . Permasalahan ini diatasi dengan meningkatkan semua akses dan kualitas pelayanan kesehatan,semua penyebab langsung (direct causes) ditekan dan diturunkan kejadiannya seperti perdarahan,eklamsi,aborsi tidak aman dll,semua penyebab tidak langsung seperti anemia,kekurangan energi kronik dll,upaya perbaikan perilaku individu dan keluarga seperti posyandu,konseling pranikah dll dan upaya perbaikan penyebab dasar seperti peningkatan pemahaman kesetaraan gender dalam pendidikan,sosial dan ekonomi .

Scene 8 (2m 43s)

Evaluasi Program di Sumatera Utara

Ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penurunan prevalensi stunting pada balita seperti masih kurnagnya akses rumah tangga / keluarga ke makanan bergizi,belum optimalnya pemanfaatan dana desa / kelurahan untuk program penurunan stunting,koordinasi multisektor dalam intervensi stunting ( Pelaksanaan 8 aksi konvergensi ) masih belum optimal di tingkat administrasi kabupaten / kota,kecamatan dan desa . Permasalahan ini diatasi dengan cara membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam rangka penurunan stunting yang melibatkan lintas program dan lintas sektor,melaksanakan promosi kesehatan melalui kampanye gerekan masyarakat hidup sehat ( Germas ) serta pemberdayaan masyarakat,peningkatan surveilans gizi dan penyedioaan makanan tambahan bagi balita dll .

Scene 9 (3m 13s)

Perencanaan Program Gizi Di Sumatera Utara

Scene 10 (3m 20s)

Analisa Situasi Masalah Gizi Masyarakat

Kejadian stunting merupakan masalah gizi yang dialami oleh balita di Indonesia dengan prevalensinya cenderung statis.Kasus stunting di Sumatera Utara jumlahnya tinggi . Pada tahun 2019 menunjukkan bahwa balita di provinsi sumatera utara berhasil turun sekitar 1,6% menjadi 30,7% yang awalnya sebesar 32,3% pada tahun 2018. Pada tahun 2020 prevalensi balita stunting di sumatera utara juga mengalami penurunan yaitu menjadi 29,2% walaupun terjadi penurunan prevalensi stunting di sumatera utara masih berada di atas angka nasional yaitu sebesar 26,7% dan masih jauh dari prevalensi stunting yang disarankan oleh WHO yang dimana prevalensinya dibawah 20%.

Scene 11 (3m 52s)

Permasalahan stunting ini dapat terjadi karena masih kurangnya askes makanan bergizi kepada keluarga yang mempunyai balita,ibu hamil dan ibu menyusui,hal ini dikarenakan harga makanan bergizi masih cukup mahal selain itu masih terdapat kurangnya akses air bersih dan sanitasi seperti masih banyak masyarakat yang buang air besar di ruang terbuka seperti di sungai , masih banyak keluarga yang belum memiliki akses ke air minum bersih dan belum optimalnya pemanfaatan dana wilayah / desa untuk penurunan stunting,masih terbatasnya layanan kesehatan dan masih banyak keluarga terkhusus ibu melakukan praktek pola asuh yang tidak baik ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.Analisa situasi program pencegahan dan penurunan stunting yaitu dengan cara mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting di wilayah sumatera utara .

Scene 12 (4m 28s)

Prevalensi stunting di wilayah sumatera utara yaitu

Scene 13 (4m 35s)

Program Gizi

Edukasi Mengenai pedoman Gizi Seimbang dan Perilaku sadar gizi Pemberian Makanan PMT Peningkatan mutu dan akses pelayanan gizi

Scene 14 (4m 46s)

Tujuan Program Gizi

Tujuan Program Gizi Jangka Menengah Membuat program penyediaan makanan yang mengandung sumber protein dan karbohidrat untuk ibu hamil,ibu menyusui dan balita serta melakukan pengawasan terhadap ibu menyusui yang mempunyai balita stunting agar status gizi balita stunting menjadi baik selain itu melakukan program konseling terhadap ibu menyusui yang mempunyai balita stunting agar mereka tau bagaimana penyembuhan atau pengendalian stunting yang balita mereka alami . Menurunkan prevalensi angka stunting di sumatera utara yaitu dibawah 20% dan membuat tidak ada lagi permasalahan stunting di sumatera utara selain itu menjamin semua balita nutrisinya tercukupi agar tidak mengalami stunting. Akses pelayanan gizi di sumatera utara menjadi baik serta semua ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas sadar akan pentingnya gizi seimbang dan melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga Tujuan Program Gizi Jangka Pendek Meningkatkan status gizi pada balita dengan cara mengedukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang bagaimana mengkonsumsi pangan yang bergizi,memberikan pengetahuan bagaimana cara pola asuh yang baik dan memberikan makanan PMT untuk balita dan ibu menyusui .

Scene 15 (5m 32s)

Implementasi Program Gizi

Program Gizi Tujuan Indikator Pencapaian Target Keuntungan Kegagalan Edukasi mengenai pedoman gizi seimbang dan perilaku sadar gizi Ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas menjadi sadar akan pentingnya gizi dan aktifitas fisik Adanya kegiatan PHBS Meningkatnya kegiatan dalam melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga selain itu menjadi tau bagaimana gizi yang seimbang pada ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas Minimal 40% ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas di sumatera utara Ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas menjadi sadar akan pentingnya pedoman gizi seimbang dan perilaku sadar gizi Maks 40% ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas di sumatera utara tidak melakukan pedoman gizi seimbang , menolak melakukan kegiatan sadar gizi dan aktifitas fisik

Scene 16 (6m 6s)

Implementasi Program Gizi

Pemberian makanan PMT Ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dan balita agar energi nutrisi dan zat gizi esensialnya tercukupi Meningkatnya status gizi pada ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dam balita di sumatera utara menjadi baik Minimal 40% ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dan balita di sumatera utara Status gizi ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dan balita di sumatera utara menjadi baik Ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dan balita di sumater utara menolak untuk mengkonsumsi PMT Peningkatan mutu dan akses pelayanan gizi Mutu pelayanan gizi di sumatera utara menjadi baik dan merata Adanya peluang pengembangan fasilitas dan teknologi untuk pelayanan gizi Minimal 30% pelayanan gizi di sumatera utara Mutu dan akses pelayanan gizi di sumatera utara menjadi lebih baik Maks 30% pelayanan akses dan mutu gizi disumatera utara tidak menjadi lebih baik seperti akses pelayanan gizinya masih tidak merata

Scene 17 (6m 50s)

Monitoring

Program Bayi dan balita Ibu hamil,nifas dan menyusui Edukasi mengenai pedoman gizi seimbang dan perilaku sadar gizi Aktivitas fisik Olahraga 4 pilar 10 pesan     Pemberian makanan PMT     Peningkatan mutu dan akses pelayanan gizi Kecepatan layanan Ketepatan layanan

Scene 18 (7m 6s)

Evaluasi

Program dan Pelayanan Gizi Ibu hamil,nifas,menyusui,bayi dan balita Tujuan Indikator Pencapaian Anggaran (x 1000 Rp) Penanggung 2021 2022 2023 2024 2025 2021 2022 2023 2024 2025 Jawab 1. Edukasi mengenai pedoman gizi seimbang dan perilaku sadar gizi a. Promosi Kebiasaan sarapan pagi Ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas menjadi sadar akan pentingnya gizi dan aktifitas fisik Adanya kegiatan PHBS meningkat dan dalam melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga meningkat selain itu menjadi tau bagaimana gizi yang seimbang pada ibu hamil,ibu menyusui dan ibu nifas 20% 20% 25% 30% 40% 736.738.000 736.738.000 745.210.000 750.000.000 800.000.000 Tenaga Kesehatan Puskesmas b. Promosi kebiasaan beroahraga dan melakukan aktivitas fisik                 C. Promosi kebiasaan mengkonsumsi makanan cukup gizi

Scene 19 (7m 47s)

2. Pemberian PMT a. Monitoring konsumsi PMT Ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dan balita agar menambah energi nutrisi dan zat gizi esensialnya tercukupi Meningkatnya status gizi pada ibu hamil,ibu menyusui,ibu nifas serta bayi dna balita di sumatera utara menjadi baik 20% 25% 30% 35% 40% 735000.000 735000.000 740000.000 760000.000 820000.000 Tenaga Kesehatan Puskesmas

Scene 20 (8m 9s)

3. Peningkatan mutu dan akses pelayanan gizi a. Monitoring dan evaluasi status gizi ibu hamil Mutu pelayanan gizi di sumatera utara menjadi baik dan merata Adanya peluang pengembangan fasilitas dan teknologi untuk pelayanan gizi 15% 20% 25% 30% 30% 300.000.000 320.000.000 360.000.000 375.000.000 375.000.000 Seksi Gizi Puskesmas   b. Monitoring dan Evaluasi Status Gizi ibu nifas dan menyusui                   c. Monitoring dan evaluasi status gizi bayi dan balita

Scene 21 (8m 38s)

Kesimpulan

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi di sumatera utara dengan prevalensi kasusnya tinggi maka dari itu direncanakan program gizi untuk menekan prevalensi kasus stunting yaitu Edukasi mengenai pedoman gizi seimbang dan perilaku sadar gizi,pemberian makanan PMT pada ibu menyusui dan balita serta Peningkatan mutu dan akses pelayanan gizi

Scene 22 (8m 56s)

Daftar Pustaka

Hukor.Kemkes.go.id Ruel MT,Alderman H.2013.Nutrition-Sensitive Intervention and Programmes.How Can They Help to Accelarate Progess in Improving Maternal and Child Nutrition Arsip.Pemkomedan.go.id Jdih.Pemkomedan.go.id Faradillah Shereivia,dkk.2020.Implementasi Kebijakan Penanggulangan Gizi Buruk Di Puskesmas Desa Lalang