[Virtual Presenter] Selamat datang di pelatihan dasar INO-6144-02 yang diselenggarakan oleh PT. SINAR MUTIARA CAKRABUANA, distributor resmi untuk SMC Pneumatics. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang produk dan layanan SMC Pneumatics, serta melatih peserta untuk menggunakan produk-produk tersebut dengan benar. Lokasi pelatihan kami berada di Wisma Riyadi Sejahtera, Jalan Cideng Barat No. 47, Jakarta Pusat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui nomor telepon (021) 6306999 atau email [email protected]. Mari kita mulai pelatihan ini dan tingkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan produk SMC Pneumatics..
[Audio] Pada slide kedua ini, kita akan membahas tentang tujuan dari training ini. Tujuan utamanya adalah untuk mempelajari bagaimana melakukan pergerakan cylinder secara aman, termasuk mengoperasikan dan memberhentikan cylinder sesuai dengan jenis solenoid valve yang digunakan. Kita juga akan mempelajari cara mengoptimalkan kinerja pergerakan cylinder seperti cushioning, operating time, dan stopping accuracy. Peserta juga diminta untuk mengambil kesimpulan berdasarkan aplikasi yang pernah ditemui. Mari lanjutkan ke slide berikutnya untuk memulai pembahasan yang lebih detail..
[Audio] The objective of this training is to learn how to perform cylinder movements safely, including operating and stopping cylinders - according to the type of solenoid valve used. Participants will be required to draw conclusions based on past applications..
[Audio] The various components included in the project are manifold, port singles and doubles, closed and exhaust centers, and different types of elbows, reducers, and spacers. These components are carefully selected to ensure optimal performance. The mesh case, hexagon driver, and speed controllers are unique items that also contribute to the overall success of the project. The part numbers and descriptions should be noted for future reference..
[Audio] "Slide ini membahas tentang Reliefing Regulator dan Pressure Relief Valve, dua komponen penting dalam sistem. Reliefing Regulator berfungsi sebagai pembatas tekanan yang masuk ke dalam sistem dan akan membuang kelebihan tekanan melalui proses relief saat terjadi backpressure. Sementara itu, Reliefing Regulator tidak akan mengembalikan backpressure ke dalam sistem seperti regulator dengan fungsi backflow. Selain itu, terdapat juga Pressure Relief Valve yang merupakan 3/2 valve yang dapat digantikan dengan valve electrical. Kedua komponen ini berperan sebagai pembuka dan penutup jalur angin pada panel ini. Jika ditutup, jalur angin dari sistem akan mengalir melalui valve ini. Pada panel INO-6144-02, digunakan FRL dengan kombinasi Mist Separator (0.1um), Reliefing Regulator, dan Pressure Relief Valve. Filter dengan ukuran 0.1um berfungsi untuk menghambat partikel, sebagian kondensasi, dan oli agar kualitas udara yang masuk ke dalam sistem tetap terjaga. Untuk informasi lebih detail tentang komponen-komponen ini, silakan lanjut ke slide berikutnya..
[Audio] Slide ke-6 dari total 22 slide akan membahas tentang air cylinder yang digunakan dalam simulasi ini. Jenis air cylinder yang kami gunakan adalah crimped cylinder dengan ukuran bore 25 mm dan stroke 175 mm. Air cylinder ini dilengkapi dengan air cushion, magnet, 3 set reed switch, dan pressure gauge pada setiap portnya. Semua komponen tersebut merupakan bagian dari simulasi yang kami lakukan..
[Audio] The manifold block is composed of six different types of solenoid valves. These valves are the primary material used in this training. The attachment perfect block and the regulator with backflow function are also present. These components work together to provide a comprehensive understanding of the training material. Each valve has its own unique characteristics and functions. The regulators control the flow of fluids through the system. The solenoids are activated by an electrical signal, causing them to open and close. The backflow function prevents fluid from flowing backwards into the system. The perfect block ensures that all the valves are aligned properly. The regulators and solenoids work together to maintain the pressure within the system. The manifold block provides a complete overview of the entire system..
[Audio] The 5/2 Solenoid Valve Single Coil operates by using one coil to control both sides of the valve. This type of valve is commonly used in applications where space is limited and simplicity is required. The 5/2 Solenoid Valve Double Coil uses two coils to control each side of the valve, providing more precise control over the flow of fluid through the valve. This type of valve is often used in applications where high precision and control are necessary. The 5/3 Solenoid Valve Closed Center provides a closed center valve configuration, which means that the valve is fully closed when the coil is energized. This type of valve is typically used in applications where a full closure is required. The 5/3 Solenoid Valve Pressured Center provides a pressured center valve configuration, which means that the valve is partially open when the coil is energized. This type of valve is often used in applications where a partial opening is required. The 5/3 Solenoid Valve Exhaust Center provides an exhaust center valve configuration, which means that the valve is fully open when the coil is de-energized. This type of valve is typically used in applications where a full opening is required..
[image] *WUVI 'Inueyp (linurfiuc* gnu•vnll. [image].
[Audio] Kita akan membahas dua komponen lain yang sering digunakan dalam sistem pneumatik, yaitu Quick Exhaust Valve dan KE Pressure Relief Valve yang terdapat pada slide nomor 10. Quick Exhaust Valve memotong jalur exhaust pada sistem pneumatik sehingga udara dapat dibuang lebih cepat sebelum melewati solenoid valve. Dengan adanya komponen ini, sistem pneumatik dapat bekerja lebih efisien dan cepat. KE Pressure Relief Valve berfungsi meringankan tekanan udara dan mencegah terjadinya tekanan berlebihan yang dapat mengganggu kinerja sistem pneumatik. Kedua komponen ini sangat penting dan sering digunakan dalam berbagai industri. Pastikan Anda memahami fungsinya dengan baik untuk mengoptimalkan sistem pneumatik yang digunakan. Kita sudah selesai membahas kedua komponen tersebut, mari kita lanjutkan ke slide berikutnya. Tingkatkan terus pengetahuan dan keterampilan Anda dalam menggunakan sistem pneumatik. Sampai jumpa pada slide berikutnya..
[Audio] Kali ini, kita akan membahas mengenai tombol-tombol pada panel kontrol. Pada slide nomor 11, terdapat enam tombol yang akan mengaktifkan solenoid valve. Tombol-tombol tersebut diberi nomor satu hingga enam. Setiap tombol akan memberikan sinyal elektrik pada coil yang berbeda yang terhubung ke panel kontrol. Tombol dengan tanda panah ke kanan atau ‘→’ akan memberikan sinyal pada coil kanan atau coil A. Sedangkan tombol dengan tanda panah ke kiri atau ‘←’ akan memberikan sinyal pada coil kiri atau coil B. Untuk valve tipe 5/2 single, hanya tombol dengan tanda panah ke kanan yang perlu digunakan untuk mengaktifkan coil. Tombol dengan tanda 'stop' digunakan untuk memutus sinyal elektrik dan tombol dengan tanda 'auto' untuk menggerakkan cylinder secara otomatis maju dan mundur. Sudah paham? Selanjutnya, kita akan membahas tombol-tombol lainnya pada slide berikutnya. Sampai jumpa dalam sesi selanjutnya..
[Audio] Slide nomor 12 dari total 22 slide akan membahas tentang penggunaan tubing yang tepat dalam menghubungkan valve dengan speed control. Pertama, gunakan tubing pendek sepanjang 200mm. Tekan tombol ‘→’ untuk memulai dan ‘stop’ untuk menghentikan. Periksa aktuasi pada air cylinder dan beri kesimpulan. Tekan tombol ‘auto’ untuk menghitung jumlah cycle cylinder dalam waktu 60 detik (1 cycle = 1 x maju & 1 x mundur). Ganti tubing antara valve dan speed control dengan tubing yang lebih panjang sepanjang 600mm. Tekan tombol ‘auto’ lagi untuk menghitung jumlah cycle cylinder dalam waktu 60 detik. Bandingkan hasil dari poin ‘4’ dan poin ‘6’ lalu beri kesimpulan. Untuk meningkatkan hasil, tambahkan quick exhaust valve di antara cylinder dan speed control. Tekan tombol ‘auto’ sekali lagi untuk menghitung jumlah cycle cylinder dalam waktu 60 detik. Bandingkan hasil dari poin ‘6’ dan poin ‘9’ dan beri kesimpulan. Dengan memperhatikan hasil dari langkah-langkah yang telah dilakukan, kita dapat menentukan tubing yang paling sesuai untuk menghubungkan valve dengan speed control..
[Audio] The process of controlling an air cylinder involves several steps that must be followed carefully to avoid any accidents or injuries. First, locate the control panel and identify the buttons for moving forward and backward. These buttons are usually located on the side of the cylinder or on a separate control unit. Next, press the '→' button to move the cylinder forward and then press'stop' to activate it. Then, press the '←' button to move the cylinder backward and again press'stop' to activate it. This sequence of actions allows you to test the activation of the air cylinder and make sure everything is functioning properly. Always remember to follow this procedure when working with air cylinders to prevent accidents and injuries. The proper use of these cylinders can save lives and reduce costs associated with equipment damage. Properly trained personnel should be used to operate these cylinders, as they require specialized knowledge and skills..
[Audio] Langkah keempat belas dari dua puluh dua langkah adalah membahas tentang pengoperasian tombol pada peralatan yang digunakan dalam sistem hidrolik. Pada slide nomor 14, terdapat informasi tentang penggunaan tombol dalam sistem ini. Untuk memulai, tekan tombol '→' dan kemudian tekan tombol 'stop' untuk menghentikan aliran air dan mengamati aktivitas pada air cylinder serta tekanan pada pressure gauge. Setelah itu, lakukan hal yang sama dengan menekan tombol '←' dan kemudian 'stop' untuk memeriksa kembali aktuasi dan tekanan pada air cylinder. Selanjutnya, tekan tombol 'auto' dan tunggu beberapa detik sebelum menekan tombol 'stop', lalu periksa aktuasi dan kondisi pada cylinder serta berikan kesimpulan. Langkah terakhir, tekan kedua pressure relief valve untuk memeriksa pengoperasian dan berikan kesimpulan atas hasilnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan tombol pada sistem hidrolik ini, lanjutkan ke langkah selanjutnya..
[Audio] "Di slide nomor 15, kita akan membahas tentang pengaturan kecepatan kontrol meter-in dan meter-out pada mesin ini. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka penuh kecepatan kontrol meter-in dan mengatur kecepatan kontrol meter-out sehingga memakan waktu 2 detik untuk mencapai penuh stroke maupun untuk kembali. Setelah itu, tekan tombol panah ke kanan dan kemudian tekan tombol berhenti untuk memeriksa aktuasi pada silinder udara dan tekanan yang ditunjukkan pada pressure gauge. Berikan kesimpulan dari hasil tersebut. Untuk langkah selanjutnya, lakukan hal yang sama dengan menekan tombol panah ke kiri dan kemudian tombol berhenti untuk memeriksa kembali aktuasi pada silinder udara dan tekanan yang ditunjukkan pada pressure gauge. Berikan kesimpulan dari hasil yang didapatkan. Kemudian, tekan tombol otomatis dan tunggu beberapa detik sebelum menekan tombol berhenti. Periksa kembali aktuasi dan kondisi pada silinder udara dan berikan kesimpulan dari hasil tersebut. Terakhir, atur bukaan kecepatan kontrol meter-in sebanyak setengah putaran dan ulangi langkah sebelumnya. Berikan kesimpulan dari hasil yang didapatkan..
[Audio] The cylinder is activated when the auto button is pressed and the machine is running. The cylinder is also activated when the machine is stopped and the stop button is pressed. The cylinder is deactivated when the cylinder is turned off or the machine is turned off. The cylinder is checked by looking at its activation status and checking its condition. The cylinder is also checked by using the cylinder inspection tool. The cylinder inspection tool is used to visually inspect the cylinder and determine if it is functioning properly. The cylinder inspection tool is typically used to inspect the cylinder's activation status and condition. The cylinder inspection tool is usually placed on top of the cylinder and held firmly in place. The cylinder inspection tool is used to take pictures of the cylinder with a camera. The cylinder inspection tool is also used to measure the cylinder's temperature and pressure. The cylinder inspection tool is typically used to measure the cylinder's temperature and pressure. The cylinder inspection tool is usually placed near the cylinder and held firmly in place. The cylinder inspection tool is used to record data about the cylinder's performance. The cylinder inspection tool is typically used to record data about the cylinder's performance. The cylinder inspection tool is usually placed near the cylinder and held firmly in place..
[Audio] Pada slide nomor 17 dari total 22 slide, terdapat instruksi untuk menekan tombol '→' dan 'stop' untuk memeriksa aktuasi pada air cylinder dan tekanan yang ditunjukkan pada pressure gauge. Kemudian, berikan kesimpulan dari hasil pemeriksaan tersebut. Setelah itu, lakukan langkah serupa dengan menekan tombol '←' dan 'stop' untuk melihat aktuasi pada air cylinder dan tekanan pada pressure gauge, dan berikan kesimpulan dari hasil pemeriksaan tersebut. Terakhir, tekan tombol 'auto' dan tunggu beberapa detik sebelum menekan tombol 'stop'. Periksa kembali aktuasi dan kondisi pada cylinder, dan berikan kesimpulan dari pemeriksaan terakhir ini. Ini adalah instruksi untuk slide nomor 17. Lanjutkan ke instruksi berikutnya untuk menyelesaikan sesi pelatihan ini..
[Audio] Untuk langkah selanjutnya pada slide nomor delapan belas, kita akan menambahkan regulator yang dilengkapi dengan fungsi backflow di sisi kepala silinder. Pastikan Anda menekan tombol 'auto' dan menunggu beberapa detik sebelum menekan tombol 'stop'. Atur posisi regulator hingga mencapai titik berhenti yang diinginkan. Ulangi langkah ini dengan menekan tombol 'auto' dan menunggu beberapa detik sebelum menekan tombol 'stop'. Jangan lupa untuk memberikan kesimpulan pada akhirnya. Mari kita lanjutkan dengan menonton tutorial ini..
[Audio] Setelah Anda membuka speed exhaust pada solenoid valve sebanyak 2 putaran dari posisi tertutup penuh, lakukan hal yang sama dengan speed control pada posisi head cylinder, yaitu buka sebanyak 4 putaran dari posisi tertutup penuh. Kemudian, tekan tombol 'auto' dan buatlah kesimpulan. Dengan membuka kedua bagian tersebut pada posisi yang tepat, Anda dapat mengontrol aliran udara dan kecepatan yang dihasilkan oleh solenoid valve dan head cylinder. Jangan lupa untuk menekan tombol 'auto' agar proses tersebut dapat diaktifkan. Berikanlah kesimpulan setelah semua langkah selesai dilakukan, hal ini akan memperlihatkan hasil yang ingin Anda capai melalui penggunaan speed exhaust dan speed control. Terima kasih telah mengikuti bagian ini dari video pelatihan kami, tetaplah berlatih dan meningkatkan keterampilan Anda dalam mengoperasikan mesin dengan menggunakan speed exhaust dan speed control..
[image]. [image]. Circuit 9 – Air Blow Simulation with End Point Tube.
[image]. [image]. [email protected]. Circuit 9 – Air Blow Simulation with Looping Tube.
[Audio] Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Anda dalam presentasi kami. PT. SINAR MUTIARA CEMERLANG adalah distributor resmi untuk produk dari SMC Pneumatics. Kantor kami berlokasi di Wisma Riyadi Sejahtera, Jalan Cideng Barat No.47, Jakarta Pusat. Jika Anda membutuhkan layanan atau informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui telepon di (021) 6306999 atau melalui fax di (021) 6308425. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi website kami di www.smcindonesia.com. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda dan kami berharap dapat bertemu di kesempatan berikutnya..