PowerPoint 演示文稿

Published on
Scene 1 (0s)

h

Kelompok 6

Analisis Butir Soal ( Anbuso ) - Lufiana - Nurul Jannah

Scene 2 (23s)

Analisis yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dari butir soal yang telah dikembangkan . Ada dua analisis yaitu kualitatif / secara teori ( materi , konstruksi , & bahasa ) dan kuantitatif /empirik ( validitas , reliabilitas , daya pembeda , dan tingkat kesukaran ) .

Apa Analisis Butir Soal ?

C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\CAGCAT10\j0195384.wmf

Scene 3 (1m 5s)

Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen.

V aliditas

Reliabilitas

Tingkat Kesukaran

Daya Pembeda

Analisis Kuantitatif

Mehrens & Lehmann (1973: 102) R eliabilitas merupakan derajat keajegan (consistency) di antara dua buah hasil pengukuran pada objek yang sama .

Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal ( Arikunto , 1999: 207)

Daya pembeda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah . .

Scene 4 (1m 32s)

Analisis Kuantitatif

1. Validitas berasal dari kata ‘validity’ atau ketepatan, Yaitu sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar 1986 ) Pengertian ini menunjukkan bahwa validitas dalam sebuah tes menjadi hal yang sangat penting karena akan mengukur kemampuan peserta didik secara tepat . Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria (Arikunto, 1999: 65).

Scene 5 (1m 57s)

Validitas

Validitas dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe , antara lain: 1. V aliditas isi adalah ketepatan suatu alat ukur ditinjau dari isi alat ukur tersebut . Suatu alat ukur dikatakan memiliki validitas isi apabila   isi alat ukur tersebut betul-betul bahan yang representatif terhadap bahan pembelajaran yang diberikan .  Artinya , isi alat ukur sesuai dengan apa yang telah diajarkan berdasarkan kurikulum .

Scene 6 (2m 35s)

2. Validitas konstruk ( Sumarna Supranata , 2009:53) mengandung arti bahwa suatu alat ukur dikatakan valid apabila telah cocok dengan kontruksi teoritik di mana tes itu di buat . Dengan kata lain sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila soal-soalnya mengukur setiap aspek berpikir seperti yang diuraikan dalam standar kompetensi , kompetensi dasar , maupun indikator yang terdapat dalam kurikulum .

Scene 7 (3m 10s)

3. Validitas kriteria merupakan sebuah ukuran validitas yang ditentukan dengan cara membandingkan skor-skor tes dengan kinerja tertentu pada sebuah ukuran luar atau yang lain ( Sudjana , 1999:15). Contoh penggunaan validitas kriteria adalah tes intelijensi yang berkorelasi dengan rata-rata nilai akademis . Asumsinya , jika intelijensi seseorang tinggi maka yang terjadi adalah dia akan mendapatkan nilai akademis yang bagus .

Scene 8 (3m 44s)

Analisis Kuantitatif

Reliabilitas Mehrens & Lehmann (1973: 102) menyatakan bahwa reliabilitas merupakan derajat keajegan ( consistency) di antara dua buah hasil pengukuran pada objek yang sama . Definisi ini dapat diilustrasikan dengan seseorang yang diukur tinggi badannya akan diperoleh hasil yang tidak berubah walaupun menggunakan alat pengukur yang berbeda dan skala yang berbeda.

Scene 9 (4m 20s)

Menguji Reliabilitas dengan rumus KR- 20 Contoh: Jumlah soal yang diujikan ada 10 sedangkan jumlah siswa ada 18 dengan skala jawaban jika menjawab benar nilainya 1 , jika salah nilainya 0 . Berapakah hasil uji reliabilitasnya?

6 7 8 10 11 18 21 22 No soal 12 BENAR SALAH is 0.83 o. 17 o. 14 7 0.39 o. 61 0.24 14 0.78 0.22 0.17 13 0.72 0.28 0.67 0.33 0.22 0.83 0.17 11 0.61 0.39 0.24 11 0.61 0.39 0.24 9 13 S 0.72 0.28 0.2 10 s 13 0.28 0.72 0.2 SKOR (S) 1.9877

r11   =  reliabilitas tes secara keseluruhan. p      = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar. q      = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah. Σ pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q. n      = banyak item. S2    = Standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians ).

Rumus KR-20:

Sedangkan rumus varians yang digunakan untuk menghitung reliabilitas, sebagai berikut:

s2        = Varians, selalu dituliskan dalam bentuk kuadrat, karena standar deviasi kuadrat. ( Σ x)2   = Kuadrat jumlah skor yang diperoleh siswa. Σ x2      = Jumlah kuadrat skor yang diperoleh siswa. n         = banyaknya subjek pengikut tes.

swot 81 S'LVL -zsg 81 9S+E1 -zsg 81 - zsg 911

bda- - a (oz-u)

Jadi nilai uji realibitasnya adalah 1.08

Scene 10 (9m 20s)

Jefiues 00'1 -oog'o oos'o- 009'0 Suepes 009'0- oot'o OOt'O- OOZ'O qepuau qepuax Pfiues ooz'o -oo'o uefiunqnH le.$tl!l ua!sgaoy PA-laltll

Nilai uji re liabi litas 1.08 maka dikategorikan sangat tinggi atau soal tersebut sangat baik.

Scene 11 (9m 54s)

Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal ( Arikunto , 1999: 207) Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal tersebut tergolong mudah atau sukar .

Scene 12 (10m 22s)

Tingkat Kesukaran

Untuk menghitung tingkat kesukaran digunakan persamaan :

P  = indeks kesukaran , B  = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar , dan Jx   = jumlah seluruh siswa peserta tes .

Interval o,oo — 0,29 0,30 — 0,69 0,70 — 1,00 Klasifikasi Soal sukar Soal sedang Soal mudah

Scene 13 (10m 42s)

Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah .

Scene 14 (11m 12s)

Daya Pembeda

8 600-as 800-as zoo-as too-as 1 os •o o o o 81 o o o o o o o o o as o o o o o o 1 o o o 1

D = Pa – Pb

D = Indeks Diskriminasi Pa = Proporsi peserta yang menjawab benar di kelompok atas Pb = Proporsi peserta yang menjawab benar di kelompok bawah

D : Tidak baik (TB) 0.20 < D : Sedang (SD) 0.40 < D : Baik (B) 0.70 < D : Sangat baik (SB)

Scene 15 (14m 41s)

Terima Kasih !