Tugas Ushul fikih

Published on
Scene 2 (5s)

A. Definisi Ushul Fiqh Secara Harfiah Kata Ushul Fiqh merupakan gabungan dari dua kata, yakni Ushul berarti pokok, dasar, pondasi. Yang kedua adalah Fiqh yang berarti paham yang mendalam. Kata Ushul yang merupakan jama' dari kata Ashal secara etimologi berarti sesuatu yang menjadi dasar bagi yang lainnya. Arti etimologi ini tidak jauh definitive dari kata ashal tersebut karena ilmu ushul fiqh itu adalah suatu ilmu yang kepadanya didasarkan fiqh. Sedangkan fiqh di istilahkan sebagai ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum praktis (amaliy) yang penetapannya diupayakan melalui pemahaman yang mendalam terhadap dalil-dalilnya yang terperinci(tafshili) dalamnash(al-Qur an dan Sunnah). Yang dimaksud dalil tafshili adalah dalil-dalil yang terdapat dan terpapar MacBook Air E R T

Scene 3 (32s)

p. Definisi Ushul Fiqh Sebagai suatu disip Sebagai nama dari suatu bidang ilmu dari ilmu- syariat, para ulama mengungkapkan definisi ini dalam berbagai pengertian. Menurut Muhammad Khudlary Beik, Ushul Fiqhadalah : "kaidah-kaid ang dengannya di istinbath-kan hukum-huk syara' dari dalil-dalil tertentu" Abdul Hamid tm mengartikan Ushul Fiqh adalaho"dalil Fiqh Ijmali(global), seperti ucapan para ulama• uatu yang dikatakan sebagai perintaha dikatakan sebagai larangan adalah ikataFan sebuah keharaman, dan suatu ya sebagai perbuatan nabi Mu mmad)f'Uv SAW,ljma(konsensus para ulama), n Qiyas(analogiV' bin Muhammad al-Amidi me efiO iSiFan bahwa il hyang Ushul Fiqh adalah: "dalil- riat Ferta tatacara i' dilalahnya atas hukum-huk pengambilan hukum dari i dalil •jmäli bukandalil CREATED USING 4 POW TOOn

Scene 4 (58s)

A. Obyek Kajian Ushul Fiqh Obyek pembahasan ilmu Ushul Fiqh adalah dalil-dalil syara' dari segi penunjukannya kepada suatu hukum secara Ijmali atau global dari nash. Hal ini dapat dipahami dari gambaran al-Qur an kepada hukum tidak hanya menggunakan satu bentuk kalimat tertentu, tetapi tampil dalam berbagai bentuk, seperti shighat amr, shighat nahi, kalimat yang bersifat umum, mutlak dan sebagainya (Alaiddin Koto: 2004: 7). Objek ushul Fiqh merupakan metodologi penetapan hukum-hukum yang berdasarkan pada dalil-dalil ijmali tersebut yang bermuara pada dalil syara' ditinjau dari segi hakikatnya, kriterianya dan macam-macamnya. Satria Effendi memerinci obyek kajian Ushul Fiqh menjadi empat bagian yaitu : I. Pembahasan mengenai hokum syara' dan yang berhubungan dengannya, seperti hakim, mahkum fiqh, dan mahkum 'alaih. 2. Pembahasan tentang sumber-sumber dan dalil-dalil hokum 3. Pembahasan tentang cara menggali dan menarik hukum dari sumber-sumber dan dalil-dalil itu. CREATED USING 4 POW TOOn

Scene 5 (1m 34s)

B. Tujuan dan Urgensi Ushul Fiqh Menurut Abdul Wahab Khallaf, tujuan dari ilmu ushul Fiqh adalah menerapkan kaidah-kaidah dan teori-teorinya terhadap dalil-dalil yang rinci untuk menghasilkan hukuk syara' yang ditunjuki dalil itu. Jadi, berdasarkan kaidah- kaidahnya dan bahasan-bahasannya maka nash-nash syara' dapat dipahami dan hukum yang menjadi dalalahnya dapat diketahui, serta sesuatu yang dapat menghilangkan kesamaran Iafadz yang samar dapat diketahui. Selain itu juga diketahui juga dalil-dalil yang dimenangkan ketika terjadi pertentangan antara satu dalil dengan dalil yang Iainnya. Termasuk menetapkan metode yang paling tepat untuk menggali hukum dari sumbernya terhadap sesuatu kejadian konkret yang belum terdapat nashnya dan mengetahui dengan sempurnya dasr-dasar dan metode para mujtahid mengambil hukum sehingga terhindar dari taqlid. Ilmu inipun juga membicarakan metode penerapan hukum bagi CREATED USING 4 POW TOOn

Scene 6 (2m 4s)

Menurut Khudhari Beik (1994:15) dalam kitab ushul fiqihnya merinci tujuan ushul fiqih sebagai berikut : 1. Mengemukakan syarat-syarat yang harus dimiliki Oleh seorang mujtahid, agar mampu menggali hukum syara' secara tepat. 2. Sebagai acuan dalam menentukan dan menetapkan hukum syara' melalui bermetode yang dikembangkan Oleh para mujtahid, sehinggga dapat memecahkan berbagai persoalan baru yang muncul. 3. Memelihara agama dari penyimpangan penyalahgunaan sumber dan dalil hukum. Ushul fiqih menjadi tolak ukur validitas kebenaran sebuah ijtihad. 4. Mengetahui keunggulan dan kelemahan para mujtahid, dilihat dari datil yang mereka gunakan. 5. Mengetahui kekuatan dan kelemahan suatu pendapat sejalan dengan datil yang digunakan dalam berijtihad, sehingga para peminat hukum Islam dapat melakukan tarjih (pengua pendapat tersebut dengan mengemu CREATED USING 4 POWTOOn

Scene 7 (2m 34s)

Ushul fiqh juga sangat penting bagi umat Islam, karena disatu pihak pertumbuhan nash telah terhenti sejak meninggalnya nabi, sementara dipihak lain, akibat kemajuan sains dan teknologi, permasalahan yang mereka hadapi kian hari kian bertambah. Kehadiran sains dan teknologi tidak hanya dapat membantu dan membuatkehidupan manusia menjadi mudah, tetapi juga membawa masalah-masalah baru yang memerlukan penanganan serius Oleh para ahli dengan berbagai bidangnya. Penggunaan produk- produk teknologi maju itu, atau pergeseran nilai-nilai social sebagai akibat modernisa langsung atau tidak langsung telah pp membawa pengaruh yang cukup be/ terhadap praktik-praktik keagamaa/ Hal ini antara lain terlihat dis e' perkawinan, warisan dan b CREATED USING 4 POWTOOn

Scene 8 (3m 0s)

e agai contobÆå1åm permasala pernikahammisalnya, ditemui*kasus-kasus baru seperti ahødnikah lewat telepo penggunaan alat-alat kontrasepsi KB, harta pencarian bersama suami istri dan lai sebagainya secarå tekstual tidak ditemul jawabannya dalam A1-Kitab As-Sunnah, apakah hal ini berartilslam*idakmau bicara mengenai hal tersebut sehingga masalah ini tidak masuk dalam permasalahan hukum Islam? Disinilah peran ulama ahli hukum Islam dan para intelektualnya agar supaya mereka mampu merepresentasikan Islam untuk semua bidang kehidupan manusia, mereka dituntut untuk mencari kepastian itu dengan mengkaji dan meneliti nilai-nilai yang terkandung dalam A1-Qur an dan As- Sunnah secara cermat dan intens dengan alat yang digunakan yakni Ushul Fiqh. Yang juga perlu dipahami bersama adalah bahwa ilmu Ushul Fiqh tidak hanya ber una ba i para Mujtahid atau ahli h CREATED USING 4 POWTOOn

Scene 10 (3m 33s)

Menurut A1-Ghazali dalam kitab al-Mustashfa (tanpa tahun, 1 : 8) ruang lingkup kajian Ushul fiqh ada 4, yaitu : 1. Hukum-hukum syara', karena hukum syara' adalah tsamarah (buah /hasil) yang dicari oleh ushul fiqh. 2. Dalil-dalil hukum syara', seperti al-kitab, sunnah dan ijma', karena semuanya ini adalah mutsmir (pohon). 3. Sisi penunjukkan dalil-dalil (wujuh dalalah al- adillah), karena ini adalah thariq al-istitsmar (jalan / proses pembuahan). Penunjukkan dalil-dalil ini ada 4, yaitu dalalah bil manthuq (tersurat), dalalah bil mafhum (tersirat), dalalah bil dharurat (kemadharatan), dan dalalah bil ma'na al-ma•qul (makna rasional). 4. Mustatsmir (yang membuahkan) yaitu mujtahid yang menetapkan hukum berdasarkan dugaan kuatnya (zhan). Lawan mujtahid adalah muqallid yang wajib mengikut CREATED USING 4 POW TOOn

Scene 11 (4m 5s)

D. Perbedaan Fiqh dan Ushul Fiqh Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa fiqh adalah ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum praktis yang penetapannya diupayakan melalui pemahaman yang mendalam terhadap dalil- dalilnya yang terperinci (tafshili) dalam nash. Sedangkan Ushul Fi h se erti an didefinisikan Oleh Abd a a a ah I ent a kaidah an pembahasan-pembahasan yang dijadikan rana untuk memperoleh hukum-hukum syara'm —onai perbuatan dari dalil-dalilnya yang terperi ilme b m ka dapat di lihat perbedaan antara ilmu ushul Fiqh. Kalau ilmu fiqh •ukum dari suatu perbuatan, '•icara tentang metode dan CREATED USING 4 POWTOOn

Scene 12 (4m 27s)

Kegunaan Ushul Fiqih Ushul Fiqh berguna untuk mengeluarkan ketentuan atau ketetapan hukum dari sumber hukum Islam, yakni A1-Qur'an, melalui penerapan kaidah-kaidah Ushul yang berlaku. Dengan memahami Ushul Fiqh dan penerapannya, kaum muslimin akan terhindar dari sikap taqlid dan fanatisme madzhab. Ushul Fiqh adalah metode penetapan hukum yang berguna untuk mengeluarkan dalil-dalil bagi perbuatan mukallaf dan menetapkan hukumnya melaksanakan suatu perintah yang bersangkutan. Dari uraian di atas bisa disimpulkan fungsi dari ilmu Ushul Fiqh sebagai berikut: 1 .Mengemukakan syarat-syarat yang harus dimiliki Oleh seorang mujtahid, agar mampu menggali hukum syara' secara tepat. 2. Seba ai acuan dalam menentukan dan menetapkan:' yang dik dapat 3 pen syara' memalui berbagai metode Oleh para mujtahid, sehingga bagai persoalan baru yang ul. enyimpangan dan CREATED USING 4 POWTOOn